Wabup dan Sekda Sidak Puskesmas Lampeapi, Temukan Pegawai Paling Malas

850
Sekda Konkep, Cecep Trisnajayadi dan Wabup Konkep, Andi Muh Lutfi saat mengecek absen pegawai Puskesmas Lampeapi.
Sekda Konkep, Cecep Trisnajayadi dan Wabup Konkep, Andi Muh Lutfi saat mengecek absen pegawai Puskesmas Lampeapi.

KONKEP, KARYASULTRA.ID-Hujan deras pagi tadi Senin 28 Juni masih mengguyur ibukota Konawe Kepulauan (Konkep) Langara. Apel pagi 7:30 Wita digelar di dalam ruang lobi kantor bupati. Usai apel pagi, Wakil Bupati (Wabup), Sekretaris Daerah (Sekda) berama kepala BKPSDM, Kabag Umum, Kasat Pol-PP dan Asisten III mengecek satu per satu kehadiran para pegawai lingkup kantor bupati.

Pukul 10:00 Wita rombongan bergeser ke Kecamatan Wawonii Tengah yang jaraknya dari kantor bupati sekira 8 kilometer. Rombongan ini menyasar kantor Camat dan Puskesmas Lampeapi. Saat tiba di Puskesmas tersebut, Sekda Konkep bersama tim mengecek absen manual dan finger print. Ditemukanlah hasil rekap absensi atas nama Haidir Mustari AMG. Haidir tercatat sebagai ASN yang sudah berbulan-bulan tidak jalankan tugas.

Kekesalan Sekda Konkep, Cecep Trisnajayadi memuncak. Ia langsung memerintahkan stafnya agar memblokir pencairan gajinya dan segera melakukan pemanggilan guna proses etik lanjutan.

Ditempat tersebut, Cecep memberi pengarahan kepada para ASN dan honorer kesehatan untuk jalankan tugas dengan baik. Jangan meniru sifat malas yang dipertontonkan seorang ASN ini.

“Kita sangat sayangkan ada pembiaran yang dilakukan Kapus Lampeapi. Kita panggil juga Kapus dan Haidir ini,” ujarnya kesal.

Tim kemudian bergeser ke Polsek Wawonii Tengah mengecek petugas kesehatan yang bekerjasama dengan pihak Polsek dalam rangka vaksinasi Covid-19. Kemudian tim Sidak bergeser ke Rumah sakit Umum Daerah (RSUD).

Di Rumah Sakit ditemukan oknum ASN dokter gigi tidak jalankan tugas. “Nah ini di rumah sakit juga ada yang mulai ketahuan beberapa pegawai yang malas. Mestinya tenaga kesehatan harus lebih rajin karena kalian adalah ujung tombak pelayanan.yang malas ini akan kita jadikan catatan untuk di proses sesuai ketentuan PP 53 tahun 2010 tentang disiplin ASN,” katanya.

Laporan: Ardianto
Editor: Kalpin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here