Studi Komparatif ke Banyuwangi, Pegawai Konkep Berlomba Bolos

280
Suasana apel pagi di pelataran kantor bupati Konkep. Apel pagi ini berlangsung Senin (2/9/2019) yang dipimpin Sekda Konkep, Ir HCecep Trisnajayadi MM

LANGARA, KARYASULTRA.ID-Ungkapan kecewa terucap dari bibir Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep), Cecep Trisnajayadi. Lisan jendral Aparatur Sipil Negara (ASN) ini terdengar saat memimpin apel pagi di pelataran kantor Bupati Konkep. Dengan nada rendah dan kadang meninggi ini terucap kata kecewa dan marah terhadap pegawai yang lalai menjalankan tugas.

“Saat kami melakukan studi komparatif atau studi tiru ke Banyuwangi, malah disini pegawai kita berlomba bolos. Sungguh kita kecewa minimnya kehadiran pegawai. Sejak kami berada di Banyuwangi Rabu sampai Jumat lalu, disini juga di Konkep malah pegawainya berlari meninggalkan kewajibannya,” kata Cecep saat memimpin apel pagi, Senin (2/9/2019).

Cecep meminta kepada para ASN yang masih memelihara watak malasnya untuk segera merubah sifat jeleknya itu. Daerah ini butuh pegawai yang berwatak rajin, cerdas, menjadi pelopor perubahan serta selalu berfikir berkontribusi terhadap daerah. Jangan kungkung daerah ini dengan kemalasan.

“Memang merubah daerah ini bukanlah sekejap atau semudah membalikkan telapak tangan tapi setidaknya kita mulai menata dan memulai dari diri kita masing-masing. Pahami tugas dan fungsi dan teruslah berkontribusi,” pintanya.

Cecep Trisnajayadi lantas mengungkap hasil studi tirunya di Banyuwangi. Cecep mengatakan, sesungguhnya keberhasilan Banyuwangi dari berbagai sektor berawal dari perubahan pola fikir dan pola kerja pegawainya dari biasa-biasa menjadi luar biasa. Mereka berpacu dan terus berkontribusi secara terus menerus dan selalu membuat hal terbarukan.

Banyuwangi akhirnya dinobatkan oleh pemerintah pusat sebagai Kabupaten terbaik di Indonesia. Rahasianya sangat gampang. Yakni bekerja secara bergotong royong. Mulai dari pimpinan sampai bawahan selalu sinergis.

Potret inilah yang akan ditiru dan dibangun di daerah ini. Cecep juga mengatakan, tipikal masyarakat Banyuwangi mirip-mirip Konkep, mereka juga dikenal dengan hal negatifnya, namun karena mereka mau berubah sehingga semua yang negatif itu berubah menjadi positif dan berbuah menjadi potensi unggulan.

Cecep juga menyinggung soal alasan klasik mengenai minimnya dana dan sumber daya manusia. Sebenarnya ini bukanlah alasan untuk tidak maju. “Kita akan tetap maju dan bahkan lebih maju dari daerah lain di Sultra manakala kita selalu menjaga etos kerja dan mau memunculkan hal-hal kreatif dan inovatif. Saya yakin SDM kita memiliki keunggulan hanya saja belum dipacu,” jelasnya.

Mulai saat ini, semua pimpinan OPD untuk bekerja berdasarkan pemetaan data yang valid dan reliabel. “Sekali lagi saya tegaskan bekerjalah berdasarkan baydata. Kita majukan potensi wisata, perikanan, pertanian, perkebunan dan seluruh aspek lainnya termasuk memajukan sektor ekonomi kreatif,” ujarnya dihadapan para pegawainya.

Pegawai malas akan mendapat sangsi sesuai pelanggarannya.

Penulis: Kalpin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here