Sosok Syekh Ali Jaber di Mata Anak: Suka Bercanda, Tak Pernah Marah

48
Syekh Ali Jaber bersama keluarga semasa hidup

Suara.com – Kepergian Syekh Ali Jaber meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat Indonesia, terutama keluarga yang ditinggalkan. Begitu pula hal yang dirasakan putra dari pendakwah ini, Alhasan Ali Jaber.

Kaget, kehilangan sosok panutan, itulah yang dirasakan Alhasan Ali Jaber. Namun ia berusaha ikhlas melepas kepergian sang ayah.

“Dikabarin umi, jujur saya kaget. Tapi mungkin ini yang terbaik,” kata Alhasan Ali Jaber, Kamis (14/1/2021).

Bicara soal Syekh Ali Jaber, Alhasan Ali Jaber memaparkan ayahnya sosok bersahaja dan lembut.

“Ramah, suka bercanda, nggak ada di rumah suka marah-marah,” ujarnya.

Namun khusus kepada Alhasan Ali Jaber, dai 44 tahun itu terbilang tegas.

“Karena dia tahu saya sudah besar, paham apa yang salah dan benar. Apa saja yang harus dikerjakan juga,”
kata lelaki yang berusia 20-an ini.

Mengenai pemakaman Syekh Ali Jaber yang berada di Jakarta, sang putra pun ikhlas. Walaupun pada awalnya ia bersama keluarga telah mengusahakan di sana.

“Ya, kita sudah usahakan semaksimal mungkin, cuma belum takdirnya. Kita pilih yang terbaik saja,” kata Alhasan Ali Jaber.

Bagi Alhasan Ali Jaber, dimanapun sang ayah dimakamkan, hal terpenting adalah doa.

“Insya Allah diangkat derajatnya, diampuni dosa dan segala kesalahannya,” kata sulung tiga bersaudara ini.

Biodata Syekh Ali Jaber Terlengkap, Ulama dengan Dakwah yang Menyejukkan

Ali Saleh Muhammed Ali Jaber adalah sulung dari 12 bersaudara yang lahir di Madinah, Arab Saudi. Syekh Ali Jaber sejak kecil telah mendapatkan bimbingan agama dari sang Ayah. Ayahnya adalah seorang penceramah agama yang mengharapkan Syekh Ali Jaber sebagai anak pertama, bisa menjadi seperti dirinya.

Syekh Ali Jaber menjalani pendidikan formalnya dari Ibtidaiyah hingga Aliyah di Madinah. Usai lulus sekolah menengah, beliau melanjutkan pendidikan khusus pendalaman Al-Qur’an pada tokoh dan ulama ternama di Arab Saudi.

Selama perjalanannya dalam belajar agama, beliau rutin mengajar dan berdakwah di mana-mana, khususnya di tempat di mana ia tinggal, di Masjid tempat Ayahnya menyiarkan Islam dan ilmu Al-Qur’an. Selama di Madinah, Syekh Ali Jaber juga aktif sebagai guru hafalan Al-Qur’an di Masjid Nabawi dan menjadi Imam shalat di salah satu Masjid di Kota Madinah.

Kemudian pada tahun 2008, Syekh Ali Jaber menikah dengan Umi Nadia, istri Syekh Ali Jaber wanita asal Lombok, Nusa Tenggara Barat. Dan sejak tahun 2008 itulah, Syekh Ali Jaber mulai berdakwah di Indonesia dan resmi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) pada tahun 2012. Hingga tahun 2020, keduanya telah dikaruniai seorang anak. Anak Syekh Ali Jaber diberi nama Hasan.

sumber: Suara.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here