Rujab Wabup Bombana Angker?

304
Nampak Rujab Wabup Bombana tak terurus.

KARYASULTRA.ID, BOMBANA- Siapa yang tak mau tinggal di sebuah hunian elegan? Namun, bagaimana jadinya jika rumah yang terbilang elegan itu diselimuti oleh belukar? Dikelilingi rumput bak hutan belantara. Bangunan dengan desain menarik itu tampaknya tidak berpenghuni justru penghuninya meninggalkannya begitu saja. Potret rumah terbengkalai itu ternyata Rumah Jabatan (Rujab) Wakil Bupati Bombana, Johan Salim.

Kabag Umum Setda Bombana, Marlinawati.

Kepala Bagian Umum (Kabag Umum) Kabupaten Bombana, Marlinawati membenarkan bahwa bangunan tersebut adalah Rujab milik Wakil Bupati Bombana, Kata dia, bangunan tersebut tidak dihuni sejak beberapa tahun. “Kalau saya tidak salah ingat Pak Wabup hanya tinggal satu minggu di tahun pertama jabatannya dan setelah itu hingga hari ini hampir lima tahun bangunan tersebut sudah tidak ditinggali,” jelas Marlina, Selasa (21/06).

Dikatakan Marlina, dia tidak tau persis kenapa bangunan itu tidak dimanfaatkan, apakah angker atau apa masalahnya juga tidak ada alasan pasti kenapa pak Wabup tidak nyaman tinggal di situ. Mengenai pemeliharaan bangunan tersebut setiap tahunnya dianggarkan bersamaan dengan anggaran makan minum Wabup Bombana, hanya saja untuk belanja barang Marlina mengaku tidak sama sekali menganggarkan lagi.

“Yang di anggarkan hanya ada dua, pemeliharaan dan makan minum untuk Wabup, tetapi kalau anggaran pecah bela itu tidak dianggarkan sama sekali semenjak rujab tersebut sudah tidak dihuni untuk tahun ini anggaran pemeliharaannya pun belum dimasukan,” terang dia.

Meskipun Marlina tidak merinci secara pasti nominal anggaran pemeliharaan bangunan rujab wakil bupati itu, tetapi Marlina menyebut berkisar puluhan juta rupiah untuk pemeliharaan bangunan tersebut. “Untuk anggaran tersebut bukan di bagian saya yang tentukan, tetapi pihak keuangan yang menentukan,” ungkapnya.

Sementara itu, Bendahara Barang pada Sekertariat Daerah Toni Ambelino juga membenarkan akan hal itu. Menurut Toni kondisi Rujab tersebut amat memprihatinkan, bagaimana tidak kata Toni, dipekarangan rumah tersebut sudah ditumbuhi bak semak belukar, sebagian tembok bangunan tersebut mulai rusak.

“Termaksud terasnya rumahnya pun sudah sangat rawan, kalau hujan disitu tergenang air. Padahal fasilitas didalamnya masih terbilang lengkap, masih ada tempat tidur, kursi dan perabot rumah tangga lainya pada saat pendataan barang, kami menemukan jendela jendela pada rumah tersebut terbuka,” pungkas Toni.

Laporan: Aldi Dermawan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here