PT. Jhonlin Sebut Dinas Tenaga Kerja Bombana Belajar lagi Berhitung

1221
Pabrik Gula di Bombana milik PT. Jhonlin

BOMBANA, KARYASULTRA.ID– Investasi menjadi mesin bagi peningkatan perekonomian yang mampu menyerap tenaga kerja lokal. Sementara itu selain investasi sebagai pertumbuhan ekonomi juga memerlukan tenaga kerja sebagai faktor penggerak. Artinya pertumbuhan ekonomi haruslah berkualitas dalam artian mampu mensejahterakan dan mengikis kemiskinan.

Di kabupaten Bombana saat ini investasi kian menjamur baik di bidang Pertambangan hingga Industri pertanian. Harapannya dengan banyaknya investor tersebut harusnya mampu mendukung pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat Bombana. Namun faktanya tidak demikian, justr pengangguran dan kemiskinan di Bombana kian meningkat berdasarkan data BPS Bombana.

Tentunya ini menjadi PR penting bagi pemerintah setempat salah satu upaya dan strategi yang bisa dilakukan pemerintah daerah adalah menyediakan tenaga kerja sesuai kebutuhan perusahaan. Jangan sampai perusahaan yang sudah berizin dan beroperasi terkendala oleh persoalan kekurangan tenaga kerja atau justru sebaliknya pemerintah daerah justru tidak menganggap pengangguran dan kemiskinan ada soal penting.

Kehadiran PT. Jhonlin Group di Kabupaten Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara harusnya dapat membawa dampak positif terhadap peningkatan ekonomi masyarakat Bombana namun hal itu berbanding terbalik dengan data Distransnaker. Pabrik gula yang mulai dioperasikan sejak beberapa tahun terakhir itu minim tenaga kerja lokal.

Lalu bagaimana penyerepan tenaga kerja lokal Bombana? Katanya perusahaan Raksasa? Pengangguran terus bertambah salah siapa? Apakah masyarakat yang tidak siap kerja atau justru Pemerintah Bombana yang kurang kreatif menjalin hubungan dengan Investor?

Belum lama ini, Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Bombana membeberkan data jumlah pekerja lokal di beberapa perusahaan yang ada di Bombana berdasarkan data Disatransnaker mencatat Pabrik Gula yang diresmikan langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) hanya memiliki 1 orang tenaga kerja lokal Bombana.

Menanggapi hal itu Direktur PT Jhonlin Bombana Kusdi Sastro Kepada Karyasultra.id lantang membantah data Distransnaker Kabuapten Bombana yang hanya mencatat 1 orang tenaga kerja lokal Bombna di Perusahaan industri gula tersebut.

Kata dia, sembilan puluh sembilan persen pekerja yang ada di perusahaan tesebut adalah tenaga pekerja lokal. “Data yang dibeberkan oleh dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Bombana itu salah seratus persen, karena sembilan puluh sembilan persen pekerja kita di perusahaan dari anak anak lokal Bombana atau pribumi,” bebernya Kamis, 29 September 2022.

“Saya pastikan data Distransnaker itu salah berhitung. Makanya perlu belajar lagi menghitung,” tandasnya.

Laporang: Aldi Dermawan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here