Perjuangan Sarjono Wujudkan HPN

54

KENDARI, KARYASULTRA.ID – Mimpi Sarjono mewujudkan perayaan Hari Pers Nasional (HPN) akhirnya tertunaikan. Perjuangan panjang tersebut ternyata sudah diimpikannya sejak tahun 2017 pasca HPN di Ambon. Kala itu Sarjono baru setahun menahkodai PWI Sultra untuk periode 2017-2021. Untuk mewujudkan mimpinya, Sarjono melakukan langkah-langkah pelan namun penuh makna. Strategi komunikasi level elit PWI ditempuhnya, ia memanfaatkan kedekatannya dengan para ketua PWI seluruh Indonesia. Ia getol meyakinkan dan meminta restu para ketua PWI untuk memberi kesempatan kepada Sultra menjadi tuan rumah. Ada yang menyetujui dan ada juga yang memberi tanggapan pesimis. Namun Sarjono tak tinggal diam, ia ibarat pelaut ulung tak kenal lelah, apapun badainya tetap diterjangnya. Kala itu Ketua PWI Pusat almarhum Margiono juga sudah memberi sinyal bahwa Sultra akan dapat giliran. Sinyal itu pun ditangkap baik namun tak berarti harus berleha-leha.

Sarjono S.Sos M.Si

Sarjono juga meyakinkan seluruh anggota pengurus PWI Sultra dan juga berpamitan kepada Gubernur Nur Alam bahwa bumi Anoa siap jadi tuan rumah even HPN. Kala itu Nur Alam sepakat. Namun seiring berjalannya waktu, tahun 2018 tuan rumah HPN dipercayakan kepada Sumatra Barat, Padang. Selanjutnya tahun 2019 Kota Surabaya Jawa Timur di tangan Gubernur Soekarwo merebut momen itu karena ingin mencatat sejarah di akhir periode kepemimpinannya. Sarjono tak tinggal diam, meski tahun 2020 HPN masih diambil alih provinsi lain yakni di Kota Banjarmasin, Kalimatan Selatan ia tetap mengawal ketat bahwa sudah waktunya Sultra jadi tuan rumah. Perjuangan itu akhirnya berhasil. Melalui momentum HPN di Banjarmasin, Ketum PWI Atal S Depari mengaminkan doa dan perjuangan Sarjono. Melalui momentum HPN Banjarmasin, Atal telah memberikan SK tuan rumah HPN tahun 2021 kepada Sultra. SK tersebut diterima langsung Gubernur Sultra, Ali Mazi di momen Gala Dinner HPN Banjarmasin. Namun kebahagiaan Sarjono bersama pengurus PWI Sultra terhenti sejenak karena bencana non alam pandemi. HPN pun diambil alih PWI Pusat di Jakarta. Meski demikian tahun 2022 ini Sultra mengokohkan keteguhannya bahwa optimisme dan kerja keras untuk menjadi tuan rumah akhirnya tertunaikan juga. Momen penting ini tak ingin berlalu begitu saja. Tim PWI Sultra bersama pemerintah Provinsi, Pemda dan Pemkot bekerja sama menyukseskan even berharga ini.

Sarjono menjelaskan, salah satu modal argumentasi untuk meyakinkan PWI Pusat bahwa pengurus dan anggota PWI Sultra sudah banyak yang tersertifikasi Uji Kompetensi Wartawan (UKW). Sehingga ini juga yang jadi bahan pertimbangan diselenggarakannya HPN di Sultra. Lalu apa saja poin penting dari even ini? Sarjono menegaskan bahwa momen berharga ini bukan hanya kepentingan insan pers tapi juga momen penting bagi daerah mempromosikan berbagai potensinya. Sebab even nasional ini berbeda dengan even lainnya, misalkan hadirnya para Mentri dan Duta Besar (Dubes) negara sahabat, bahkan yang sudah pasti hadir yaitu 15 Dubes dan ini masing-masing daerah ambil peran sebagai penanggungjawab kehadiran mereka. Momen inilah Pemprov dan pemda memperkenalkan potensi wilayahnya. Dan masih banyak lagi efek domino lainnya. Yang pasti tiap acara puncak HPN dihadiri pak Presiden.

Untuk anggota dan pengurus PWI Sultra sampai pada periode kedua kepemimpinan Sarjono terdiri 240 orang. 142 sudah melalui uji kompetensi dan dinyatakan tersertifikasi dewan pers. Selain itu anggota PWI juga tersebar di PWI cabang Kolaka, Baubau, dan Konawe Utara. Begitupun PWI persiapan di Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep). “Alhamdulillah perjuangan panjang kita semua terwujud di tahun 2022 ini sejak HPN bergulir tahun 1985 atau 37 tahun silam. Berkat kepercayaan pak Ketum PWI Atal S Depari dan ketua panitia pusat bang Auri Jaya,” kata Sarjono. Penulis/Kalpin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here