Perawat Sultra Gelar Musyawarah Wilayah

16
Ketum PPNI, Harif Fadhillah, S.Kp., S.H., M.Kep., M.H
Ketum PPNI, Harif Fadhillah, S.Kp., S.H., M.Kep., M.H

KENDARI, KARYASULTRA.ID – Organisasi kesehatan yang terhimpun di Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) tingkat Sulawesi Tenggara sedang berkumpul di salah satu hotel Kota Kendari. Para perwakilan 17 kabupaten/kota berkumpul hari ini Kamis 13/1/2022 dalam agenda musyawarah wilayah (Muswil) ke -VII PPNI. Tiap kabupaten memiliki tiga hak suara untuk memilih siapa ketua PPNI Sultra selanjutnya.

Agenda penting tersebut dihadiri pengurus PPNI Pusat dan telah di buka oleh Ketum PPNI, Harif Fadillah. Ketua dua periode tersebut memuji kepemimpinan Heryanto selaku ketua PPNI Sultra. Hal itu diungkapkan saat sambutan. Harif bilang, PPNI Sultra di tangan Heryanto sejak tahun 2016 hingga 2021 dianggap berprestasi. Sebut saja program satu desa satu perawat yang awalnya diremehkan dan kini jadi program nasional. Bukan hanya itu, penataan organisasi dari segi administrasi serta mendorong para Perawat mendapatkan haknya mampu di advokasi. Olehnya itu, melalui Muswil ini dapat dijadikan tonggak makin menguatkan konsolidasi, silaturahim, dan penguatan diberbagai aspek.

“Sesuai visi PPNI yakni menjadi organisasi yang disayangi anggota, dicintai pemerintah dan diperhitungkan organisasi lain. Visi ini harus jadi bahan renungan dan patron kita untuk menjadikan PPNI sebagai wadah pemersatu yang solid. Harif juga menekankan agar organisasi ini makin handal. Handal dalam arti dua macam, yaitu memiliki kemampuan yang optimal dan mandiri,” tegasnya.

Mandiri yang dimaksud, kata Harif, PPNI dari 34 provinsi mempunyai anggota yang banyak melebihi satu juta. Olehnya pihaknya dapat mengoptimalkan anggota tersebut diantaranya dapat memiliki sumber-sumber, baik itu fasilitas, pendanaan dan yang lainnya.

Dengan mandiri juga, ia yakin, pihaknya dapat terhindar dari berbagai intervensi yang datang. Terutama intervensi politik, keinginan pihak lain yang ingin membawa PPNI ke berbagai kepentingan. Meski demikian, ia menekankan bahwa anggota dari PPNI tersebut tidak boleh buta akan kondisi politik.

Ketua PPNI Sultra, Heryanto saat sambutan mengucap terima kasih atas kepercayaan menahkodai organisasi besar dari segi anggota. Heryanto menegaskan selama kepemimpinannya telah berhasil mencetuskan program OVON (One Village One Ners atau satu desa satu perawat) yang dimulai dari Kabupaten Bombana dan beberapa kabupaten lainnya di Sultra. “Alhamdulillah, akhirnya program ini jadi program nasional yang sudah terjalin MoU antar PPNI dan pihak Kemendagri,” urainya.

Penulis: Kalpin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here