Pengabdian Guru Honorer SMKN 2 Bombana

417
Bahrudin S.Pd
Bahrudin S.Pd

BOMBANA, KARYASULTRA.ID- Bila guru honorer mengeluh akan dianggap wajar bila diukur dari segi materi. Mengeluh bukanlah solusi, sebab akan berdampak tidak baik terhadap kondisi psikis dan mematikan kreatifitas. Apalagi profesi guru adalah pekerjaan mulia. Sebab di tangan merekalah lahir generasi cemerlang. Namun semua itu hanya bisa terwujud jika aktivitas sebagai guru ditunaikan dengan ikhlas. Biarkan lelahnya mengajar sebagai catatan sedekah jariyah. Hal inilah yang dilakukan 26 guru honorer di SMK Negeri 2 Bombana. Puluhan guru ini mengabdi untuk Bombana yang lebih baik ke depannya.

Sabar adalah kata yang tepat disandang salah satu guru Honorer di SMK Negeri 02 Bombana, Bahrudin. Meski jauh dari kata cukup upah sebagai tenaga pendidik, semangat Bahrudin masih menggebu untuk terus hadir menyalurkan ilmu kepada para siswanya.

Usai meraih gelar sarjana di Universitas Halu Oleo Kendari, Bahrudin memutuskan untuk kembali ke kampung halamannya di Kabupaten Bombana mengabdi sebagai guru honor. Dengan bekal ilmu yang didapatnya di bangku perguruan tinggi, Bahar mulai mengabdi sejak 2011 sampai hari ini 2021.

Sesekali ketika rasa lelah menguasai pikiran, Pria dua anak itu kembali membesarkan hatinya untuk terus berusaha mengasupi ilmu kepada anak didiknya. Ia juga merasakan bagaimana jadinya ketika para siswa semangat datang ke sekolah, namun tanpa kedatangannya.

Kepada Karyasultra.id, Bahrudin mengaku digaji berdasarkan dari jam mengajar, Tak mengajar tak dapat uang! Ia diberikan upah mengajar dalam perjamnya tak menentu, kadang diberikan Rp 15.000 kadang juga di bawa dari angka tersebut.

Meski begitu, guru yang mengajar mata pelajaran Akuntansi ini tak pernah merasa putus asa dengan imbalan yang tidak sebanding. Bagi dia menjadi guru sangat diimpikannya.

“Meski hanya digaji perjam saya sangat mensyukuri, kalau saya tidak mengajar sia-sialah ilmu yang saya cari diperguruan tinggi selama ini,” kata dia.

Bahar sapaan akrabnya lantas kembali bercerita, suka duka menjadi guru honorer sebelumnya ia mengaku dibayarkan gaji per enam bulan namun setelah pergantian kepala sekolah di SMK Negeri 2 Bombana itu ia di berikan honor setiap bulanya.

“Alhamdulillah sudah diberikan setiap bulanya sebelumnya kami digaji per enam bulan akumulasi setiap bulanya kami bisa membawa pulang sebanyak Rp 700 ribu, kami digaji berdasarkan dari SK Gubernur,” terang Bahar.

“Saya mengajar dari senin sampai sabtu, selebihnya setelah waktu mengajar saat ini saya dan istri sedang berusaha membuka lapak untuk jualan jualan hitung hitung menambah penghasilan,” tambah Bahar.

Lebih lanjut Bahar mengatakan, setiap seleksi CPNS ia tak pernah melewatkan untuk mencoba ikut dalam kompetisi itu namun tuhan belum menghendakinya untuk menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Terakhir saya ikut Tes P3K tapi belum rejeki tuhan belum menghendaki, Istri juga masih Honorer,” tandasnya.

Laporan: Aldi Dermawan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here