Ormas Leperasi Apresiasi PT. Tiran Bangun Smelter di Konut

84
Ketua Ormas Leperasi, Uksal Tepamba.
Ketua Ormas Leperasi, Uksal Tepamba.

KONUT, KARYASULTRA.ID-Organisasi masyarakat (Ormas) Lembaga Pemerhati Aspirasi (Leperasi) konsen mengawal jalannya pembangunan bumi Oheo Kabupaten Konawe Utara (Konut). Lembaga ini telah membuktikan kiprahnya menyuarakan aspirasi masyarakat. Leperasi juga konsen mengawal kinerja para pemegang izin usaha pertambangan (IUP). Semua itu dilakukan demi memastikan geliat pembangunan berjalan sesuai cita-cita tujuan pemekaran Konut dari induknya Konawe yakni menggapai kesejahteraan masyarakat bumi Oheo.

Terkait rencana pembangunan smelter PT. Tiran di Deda Waturamba Kecamatan Lasolo Kepulauan, Leperasi mendukung penuh niat baik tersebut. Hal ini disampaikan ketua Leperasi Konut, Uksal Tepamba. Ia menjelaskan, generasi muda Konawe Utara harusnya menjadi garda terdepan mendukung langkah PT Tiran melakukan investasi rencana pembangunan pabrik nikel di Bumi Oheo.

Konawe Utara, kata Uksal merupakan salah satu daerah yang memiliki cadangan nikel terbesar di Sultra bahkan di Indonesia, maka sudah sebuah keharusan pabrik berdiri.

“Nah kita di Konut yang cadangan nikelnya terbesar, kenapa tidak kita satukan barisan mendukung pembangunan pabrik,” katanya, Sabtu (19/62021).

Uksal mencontohkan, Konawe dan Kabupaten Morowali di Sulawesi Tengah (Sulteng) dapat berdiri pabrik nikel, karena seluruh stekholder mendukung program pemerintah, utamanya kaum generasi muda.

“Kenapa tidak generasi muda di Konut bersatu mendukung ini. Saya selaku Ketua Leperasi Konut mengajak seluruh saudara-saudara saya untuk bersatu mendukung rencana pembangunan smelter,” ujarnya.

“Ini adalah angin segar buat masyarakat Konut. Untuk itu, mari kita berikan kenyamanan kepada investor dalam berinvestasi di Konut,” imbuhnya.

Uksal memberi gambaran bagaimana kondisi perputaran roda perekonomian di dua kabupaten tempat adanya smelter. Sehingga jika Konawe Utara sendiri berdiri smelter, maka ekonomi masyarakat akan semakin meningkat.

“Dulu kita selalu berkoar bangun pabrik nikel, sekarang sudah ada investor. Maka harga mati jika kami tidak mendukung pembangunan pabrik,” katanya.

Ditempat terpisah, hal senada juga diungkapkan Ketua Paguyuban Himpunan Mahasiswa Langgikima, Jefry. Kata dia, berdirinya smelter merupakan sesuatu yang telah lama diinginkan.

Makanya, saat Pemda Konut mendatangkan PT Tiran untuk membangun pabrik nikel di daerah itu dirinya selaku generasi muda sangat mendukung langkah tersebut.

“Kami generasi muda yang berada dilingkar tambang sangat mendukung pembangunan pabrik nikel. Kami siap menjadi garda terdepan demi terciptanya smelter,” pungkasnya.

Laporan: Sulham Tepamba

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here