Orientasi Pemanfaatan Elsimil dan Google Guna Indentifiksi Soal Stunting di Bombana

24

KARYASULTRA.ID, BOMBANA– Pemerintah Daerah Kabupaten Bombana melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) bersama BKKBN Sultra menggelar kegiatan Orientasi Pemanfaatan Elsimil dan Google Form pada Proses Identifikasi Kasus Stunting di Kabupaten Bombana.

Orientasi Pemanfaatan Elsimil dan Google ini menjadi bekal Tim Pendamping Keluarga (TPK) sebagai nantinya dilaksanakan di lapangan, kegiatan orientasi tersebut bertempat di gedung Serbaguna Kecamatan Kabaena Barat Kabupaten Bombana, Sabtu 04 September 2022.

Kegiatan Orientasi Pemanfaatan Elsimil dan Google Form pada Proses Identifikasi Kasus Stunting dibuka Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Bombana Drs. H. Abdul Azis, M.Si dan dihadiri oleh Koordinator Bidang KB/KR BKKBN Sultra dr.Fithriyani. AK, Ketua Ikatan Bidan Indonesia Cabang Kabupaten Bombana Fatmiati Rinambo, SKM., M.Kes, Perwakilan TP-PKK Kabupaten Bombana Irna Rochatiningrum, S.TP., MM, Camat Kabaena Barat, unsur TNI/Polri dan para TPK se kabupaten Bombana.

Dalam sambutannya, Kepala DPPKB Drs. H. Abdul Azis, M.Si menyampaikan Program KB saat ini sedang terkonsentrasi dan menitikberatkan pada penurunan stunting secara nasional. Tentu ada tujuannya kenapa penurunan stunting menjadi isu strategis, dengan hilangnya stunting, kita akan lebih mampu menyiapkan generasi yang sehat dan kuat, karena generasi yang diperjuangkan saat ini pada gilirannya nanti akan menjadi pengganti kita semua, menjadi penerus kita dan berperan di bidangnya masing-masing sesuai dengan kompetensi dan kemampuannya.

“Angka prevalensi stunting di daerah berdasarkan hasil Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) 2021 mencapai 30,02 persen, angka stunting di Sultra masih berada di atas rata-rata nasional, karena angka kasus stunting nasional hanya mencapai 24,4 persen berdasarkan SSGI 2021,” kata dia .

Jika melihat dari data per kabupaten dan kota, Kata Andul Aziz maka yang tertinggi berada di Kabupaten Buton Selatan (Busel) sebanyak 45,2 persen, sedangkan Kabupaten Bombana anga stunting berada pada angka 26,8 %. Dari data diatas Abdul Aziz optims stunting Bombana pada tahun 2024 nantinya bakal eniri hingga angka 14%

“Olehnya itu, pelaksanaan percepatan pencegahan stunting terintegrasi diperlukan sreening serta identifikasi sedini mungkin sehingga percepatan penurunan stunting dapat dilaksanakan dengan baik. Dari sisi Sumber Daya Manusia (SDM), dibutuhkan terbentuknya tim yang bertanggungjawab dalam melaksanakan konvergensi program intervensi sensitive dan intervensi spesifik mulai dari, kabupaten, sampai di tingkat paling rendah, yaitu kecamatan dan desa,” pungkas Abdul Aziz.

Mantan Kadis Capil Bombana ini juga menerangkan, salah satu strategi menurunkan prevalensi stunting Bombana secara khusus setelah terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting adalah dengan membentuk TPK (Tim Pendamping Keluarga) yang terdiri dari Kader PKK desa, kelurahan, Bidan Desa Serta Petugas, Kader KB yang telah tersebar di seluruh desa dan Kelurahan di Kabupaten Bombana yang dimana para TPK ini tugasnya adalah melakukan pendampingan pada calon pengantin tiga (3) bulan sebelum menikah, ibu hamil pasca persalinan serta Baduta.

“Demi mempercepat penurunan stunting kita di Kabupaten Bombana kami telah membentuk Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) baik di tingkat kabupaten, kecamatan serta pada tingkat desa dan kelurahan. TPPS ini, diharapkan dapat terlibat aktif dalam kegiatan untuk menurunkan angaka stunting kita baik yang berhubungan dengan intervensi spesifik maupun sensitif,” jelas Abdul Aziz.

Laporan: Aldi Dermawan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here