Nur Endang Abbas: Tiap Pagi Saya Masih Baca Koran

100

KENDARI, KARYASULTRA.ID-Sekretaris Daerah Sulawesi Tenggara, Hj Nur Endang Abbas memuji kerja-kerja intelektual Wartawan. Segala sesuatu berkaitan dengan pemerintahan tingkat kabupaten dan kota ada di media Koran, Online serta media lainnya. Sehingga tiap pagi mesti baca koran untuk mengetahui apakah pemerintahan masih on the track atau sudah keluar jalur.

Hal tersebut disampaikan Nur Endang saat membuka kegiatan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Rabu malam (3/3) di salah satu Hotel Kendari.

Nur Endang mengapresiasi terselenggaranya UKW sebagai bentuk mengukur sejauh mana tingkat profesional para Wartawan yang selama ini menjalankan tugas mulia menyampaikan informasi akurat. Secara umum pemerintah provinsi telah terbantukan atas kerja cepat dan akurat para pewarta dalam mengawal proses pembangunan. Pemprov Sultra butuh kritikan yang konstruktif.

Nur Endang berpesan agar para pewarta di era digital tidak hanya mengandalkan kecepatan dalam merilis berita, juga harus berpegang teguh pada ketepatan dan akurasi berita. Sebab semua berita yang sudah disiarkan akan di baca seluruh dunia. Olehnya itu melalui UKW ini akan terlihat apakah sudah memenuhi standar ataukah belum. Jika belum maka harus ujian lagi dan belajar secara berkelanjutan.

“Saya apresiasi kegiatan ini. Kami di pemerintahan sangat terbantukan atas kerja intelektual Wartawan. Saya pun tiap pagi masih baca koran, tujuannya untuk memastikan apakah pemerintah berjalan sesuai harapan atau tidak,” ujarnya.

Nur Endang menambahkan, Wartawan merupakan mitra strategis dalam melakukan percepatan pembangunan. Harapannya semua peserta UKW dapat dinyatakan kompeten sehingga ke depan dapat menjaga marwah profesi mulia ini.

Sebelumnya Ketua PWI Sultra, Sarjono. Direktur UKW PWI Pusat, Prof Rajab Ritonga dan Anggota Dewan Pers bidang Hukum, Agung Darmajaya telah memberikan sambutan kepada peserta UKW.

Sarjono mengatakan, UKW merupakan komitmen bersama untuk menjaga marwah jurnalis. Sebab saat ini profesi Wartawan sedang menghadapi terpaan berita bohong di berbagai media sosial.

Wartawan senior Antara ini menjelaskan, UKW gelombang pertama tahun 2021 ini diikuti 60 peserta yang terbagi sembilan kelas. Ada jenjang Utama, Madya dan Muda. Pesertanya datang dari berbagai media. Pihaknya juga mengakui masih banyak peminat UKW yang belum terakomodir, namun jangan berkecil hati karena UKW akan terus digelar.

“UKW bertujuan untuk menata profesi agar lebih profesional dalam menjalankan kerja-kerja jurnalistik. Untuk itu terima kasih kepada Dewan Pers, PWI Pusat dan Pemprov Sultra yang sudah memberikan dukungan kepada PWI Sultra sehingga kegiatan ini berjalan sesuai rencana,” ungkapnya.

Direktur UKW PWI Pusat, Rajab Ritonga, memaparkan keberadaan profesi Wartawan yang terbuka untuk semua latar belakang keilmuan. Jangan heran ada Wartawan berpendidikan dokter, teknik sipil, guru dan bahkan SMA. Olehnya itu, inilah pentingnya UKW untuk menguji kemampuan apakah kompeten atau tidak. Sebab Wartawan Profesional harus paham Kode Etik Jurnalis dan UU Pers No. 40 Tahun 1999.

Selama dua hari ini akan dipantau kapasitas dalam menghadapi semua materi ujian. Materi ujiannya tidak berat sebab masih seputar tugas kewartawanan. Bagaimana menulis berita sesuai kaidah jurnalis, paham aturan perundang-undangan dan melek teknologi. “Harapannya semua lulus UKW,” ujar Prof Rajab.

Anggota Dewan Pers, Agung Darmajaya mengaku UKW tahun lalu tertunda karena Covid-19. Tahun ini terselenggara dengan protokol kesehatan ketat.

Agung mengatakan, UKW bukanlah sesuatu yang luar biasa karena semua materinya sudah ada jawabannya. Ia menjelaskan, UKW bukan produk Dewan Pers tapi kepakaran bersama komunitas pers, yakni AJI, PWI, IJTI dan lainnya. Tujuannya baik untuk mengangkat harkat dan martabat profesi. Sebab sejauh ini apalagi era digital banyak yang melanggar aturan.

“Ini profesi terhormat. Ingat juga profesi ini terbuka untuk siapa saja, makanya perlu UKW. Kita harus jujur juga bahwa kita juga tercederai oleh ulah oknum-oknum yang tidak menjaga kehormatan kita” terangnya. Hal ini sesuai tema UKW. Wartawan Profesional dan Bertanggungjawab. Jadi jangan cederai profesi ini.

Penulis: Kalpin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here