Mantan Sekretaris Nakertrans Sultra Lirik Kursi Bupati Konkep

628
Kepala Inspektorat Konkep, H.M Yakup Toarima SH

LANGARA, KARYASULTRA.ID-Mengawali karir sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kantor Wilayah Departemen Tenaga Kerja (Depnaker) Sultra tahun 1989. Berbagai posisi strategis telah dilalui. Pernah menjabat sekretaris Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans)) Sultra, staf ahli di Kabupaten Konawe, asisten II Konawe Kepulauan (Konkep) dan Kadis Nakertrans Konkep. Kini H. M Yakup Toarima SH menduduki posisi kepala Inspektorat Konawe Kepulauan.

Bahkan di ujung usia pengabdian sebagai PNS yang tersisah sekira satu tahun lagi. Yakup Toarima telah melirik dua hal yang akan dilakukan. Pertama, beralih tugas dari posisi struktural ke fungsional. Menurutnya, usia pensiun sebagai PNS normatifnya 60 tahun. Namun ketika beralih dari struktural ke fungsional maka usia pensiun sebagai PNS di 65 tahun.

Saat ini, pak bupati Konkep sudah merestui atau mengeluarkan rekomendasi ke fungsional. Nanti di bulan Agustus tahun 2019 ini rekomendasi ini apakah disetujui Menpan RB dan Kementrian Tenaga Kerja. “Jika disetujui maka dengan senang hati saya akan mengabdikan diri sebagai pegawai yang akan pensiun di usia 65 tahun pangkat IV E. Jabatan saya adalah Pejabat Pengantar Kerja Ahli Utama,” katanya kepada beberapa rekan media saat ditemui ruang kerjanya, (29/5/2019).

Disisi lain, Yakup Toarima mengutarakan niatannya untuk terjun ke Politik. “Opsi ke dua adalah ketika opsi pertama tidak diberi ruang maka saya sudah siap masuk di kancah politik. Apalagi tahun depan kita akan melaksanakan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati. Maunya kita jadi bupati tapi kalau tidak maka kita legowo di kursi wakil bupati,” ujar bapak tiga anak ini.

Mengenai langkah politik yang akan ditempuh, tentunya menghimpun semua keluarga dan masyarakat untuk bersama-sama mewujudkan niatan maju di 2020. Daerah ini harus dibangun anak daerah sendiri karena secara psikologi hanya orang Wawonii yang paham. “Siapapun yang diberi amanah memimpin daerah ini maka fokus utamanya adalah mengentaskan kemiskinan dan mewujudkan kesejahteraan. Daerah kita ini memiliki banyak potensi. Kita kaya di sektor pertanian, perkebunan, perikanan, wisata dan berbagai sektor lainnya. Semua ini butuh polesan dan tangan dingin pemimpin yang paham membangun,” jelasnya.

Tapi catatannya adalah semua terpulang kepada seluruh elemen masyarakat. Daerah ini hanya bisa berkembang dan sejajar dengan kota-kota lainnya jika masyarakat mau bahu-membahu secara ikhlas bersama pemerintah mendukung program pembangunan. Kemudian yang paling berperan lagi adalah pimpinan di level kadis-kadis. Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) harus berfikir lebih kreatif, inovatif dan mampu berkolaborasi. “Saya yakin pulau ini akan jadi daerah tujuan dan persinggahan dengan catatan semua potensi di optimalkan,” terang suami Ir Adriana Abbas ini.

Reporter: Agam
Editor: Kalpin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here