Kosongnya Kursi Dewan dan Ucapan Terima Kasih Bupati Konkep

192
Suasana Rapat Paripurna istimewa HUT RI ke-74

LANGARA, KARYASULTRA.ID-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep) menggelar Rapat Paripurna Mendengarkan Pidato Presiden Joko Widodo dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) yang ke 74 di Aula Utama DPRD Konkep, Jumat (16/8/2019).

Rapat dipimpin langsung oleh Ketua DPRD, Musdar didampingi wakilnya Abdul Rahman, kemudian bupati dan wakil bupati. Selain itu dihadiri pula oleh beberapa Anggota dewan , Unsur Muspida, tokoh Mlmasyarakat, OPD dan wakil rakyat terpilih.

Namun tampaknya tidak semua anggota dewan turut hadir dalam momen penting bersejarah itu. Terbukti beberapa kursi yang sudah disiapkan terlihat kosong. Amatan jurnalis Karyasultra.id, kursi kosong tersebut yakni kursi wakil ketua II, Jaswan, Titin Saranani, Rudi, Untung, Sahidin, Muh Amir Danu, dan Rissal.

Diketahui bersama, bahwa rapat tersebut sesuai amanat ketatanegaraan dimana di dalam setiap peringatan Hari Kemerdekaan dilakukan sidang paripurna mendengarkan pidato Presiden.

Bupati Konkep, H Amrullah , dalam pidatonya mengatakan, mengisi kemerdekaan RI yang ke 74 ini, dibutuhkan kerja sama demi meningkatkan sumber daya manusia. Hal ini bakal dilakukan secara terus menerus dan berkesinambungan namun catatannya harus bersinergi.

Dalam sambutannya juga, Amrullah mengucapkan rasa terima kasihnya kepada beberapa anggota dewan yang sudah purnabakti. “Mewakili pemerintah dan pribadi, saya ucapkan terima kasih atas kerjasamanya kepada anggota dewan yang akan mengakhiri masa tugasnya,” katanya.

Usai membacakan pidatonya, rapat paripurna tersebut dilanjutkan dengan mendengar pidato Presiden. Presiden Jokowi dalam pidato kenegaraannya menyampaikan beberapa hal terkait target kinerja yang akan dilakukannya kedepan. Termasuk memindahkan ibukota Negara dari Jakarta menuju Palangkaraya.

Selain itu, menyangkut peningkatan kualitas sumber daya manusia, peningkatan pelayanan kesehatan, pengurangan kemiskinan melalui beberapa program pengembangan, peningkatan pembangunan infrastruktur.

Selain itu, Jokowi juga menargetkan peningkatan pemanfaatan potensi Sumber Daya Alam (SDA) berdaya saing ekspor, peningkatan iklim investasi, pemangkasan birokrasi pelayanan publik.

Diakhir pidato, Jokowi meminta izin di depan parlemen untuk memindahkan ibu kota RI ke Kalimantan.

Dia menegaskan ibu kota bukan hanya simbol identitas bangsa, tapi juga representasi kemajuan bangsa.

“Ini demi terwujudnya pemerataan dan keadilan ekonomi. Ini demi visi Indonesia Maju. Indonesia yang hidup selama-lamanya,” kata Jokowi dalam Pidato Kenegaraan.

“Dirgahayu Republik Indonesia! Dirgahayu Negeri Pancasila! SDM Unggul, Indonesia Maju! Merdeka.”

Penulis : Kalpin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here