Ketua DPRD Konkep: Wawonii Butuh Kita

350
Ketua DPRD Konkep, Ishak SE
Ketua DPRD Konkep, Ishak S.E

KARYASULTRA.ID-Orang Wawonii dikenal paling tinggi kepeduliannya. Mereka tidak akan membiarkan tamunya kelaparan. Meski sebenarnya di dalam rumahnya tidak tersedia makanan. Mereka itu rela mengutang demi menjamu tamunya. Orang Wawonii itu bergotong royong. Jangan heran kalau ada acara kedukaan atau acara lainnya mereka itu pasti menunda pekerjaan pribadinya lalu sisipkan waktu untuk saling membantu.

Ada filosofi yang dalam bahasa Wawoniinya begini “Meumpu kato ondau, mesepe kato ombole dan mepida kato mokora,” kata ketua DPRD Konkep, Ishak SE mengawali perbincangan dengan Wartawan Koran Karya Sultra.

Ishak menguraikan makna dari filosofi bahasa Wawonii tersebut yang maksud utamanya adalah makna mendalami gotong royong atau kebersamaan. “Saya harus bilang begini untuk mengingatkan kembali nilai-nilai luhur ke Wawoniian kita. Sebab di usia delapan tahun daerah ini menjadi kabupaten bukan tidak mungkin nilai luhur tentang membersemai keluhuran orang Wawonii luntur karena kita tidak lagi saling menyapa. Olehnya perlu kita saling mengingatkan demi kemajuan daerah yang sama kita cintai.”

Suami Yunika Suliawandari ini mengungkapkan pandangan besar tentang cita-cita Pemekaran pulau Wawonii menjadi kabupaten yang kini dikenal Konawe Kepulauan (Konkep). “Kita ingin berdiri di atas kaki sendiri. Kita ingin mendekatkan pelayanan. Kita ingin mensejahterakan masyarakat. Kita ingin lepas dari belenggu keterbelakangan. Pokoknya kita ingin memajukan pulau kita dengan cara menjadi Kabupaten, begitu teriakan kita semua saat berjuang mekar,” ujarnya. Nah perwujudan ini semua tergapai pada tanggal 12 April 2013 melalui sidang paripurna DPR-RI.

Cerita tentang perjuangan pemekaran perlu selalu didengungkan dalam hati sebagai penanda bahwa perjuangan panjang yang melelahkan tersebut harus jadi energi untuk terus menjaga Marwah perjuangan. Semua masyarakat Wawonii itu pejuang pemekaran. Namun ada tokoh-tokoh nya. Secara legitimasi perjuangan dimulai tahun 2007 atas terselenggaranya rapat Akbar di salah satu hotel Kota Kendari. Namun jauh sebelumnya cita-cita pemekaran sudah dibangun melalui diskusi-diskusi kecil masyarakat Wawonii. Olehnya perlu diibangkitkan kembali bahwa Wawonii hanya bisa maju atas peran serta masyarakatnya. Kepedulian harus dipupuk dan dirawat sebagaimana ajaran orang tua terdahulu.

Jejak Karir Politik

Ishak tidak ujug-ujug terjun politik. Alumni SMA Mandonga (kini SMAN 4 Kendari) ini memulai karirnya sebagai marketing di PT. Sinar Galesong Pratama tahun 1996. Berkarir selama 15 tahun bukanlah waktu yang singkat. Tantangan demi tantangan ia lewati dengan baik hingga akhirnya diberi amanah jabatan terbaik sebagai Kepala Bagian Pembiayaan. Jabatan ini tidak datang begitu saja diberikan, atasan menilai tentang loyalitas, integritas dan prestasi sehingga diberikan promosi jabatan. Posisinya sebagai Kabag pembiayaan memberikan peluang untuk membantu mempermudah pengurusan warga Wawonii yang ingin memiliki kendaraan roda dua melalui proses kredit.

Dalam perjalanan karirnya, meski disibukkan dengan pekerjaan tersebut, Ishak masih menaruh perhatian dalam perjuangan pemekaran. Bahkan ia melibatkan langsung dan masuk dalam tim 9 persiapan rapat Akbar deklarasi pemekaran hingga mencatatkan namanya bersama H Amrullah memekarkan daerahnya.

Cerita awal pertama bersentuhan langsung dunia politik pada tahun 2009. Ishak memutuskan terjun dunia politik melalui perhelatan pemilihan calon anggota legislatif Daerah Pemilihan Wawonii melalui Partai Patriot. Saat itu masih Kabupaten Konawe. Perjuangan tersebut belum membuahkan hasil. Ia gagal menjadi penyambung aspirasi rakyat. Namun keinginannya untuk menjadi perwakilan rakyat tidak pudar. Ia bulatkan tekat untuk kembali meyakinkan masyarakat Wawonii bahwa kapabilitas yang dimilikinya jangan diragukan. Perjuangan tersebut dijabah sang maha kuasa, Ishak terpilih menjadi anggota dewan Konkep periode 2014-2019 Partai Demokrat. Lalu pertarungan periode ke dua makin memuluskan langkahnya hingga diberi amanah menjadi pucuk pimpinan legislatif sebagai Ketua DPRD Konkep periode 2019-2024.

Jebolan Sarjana Ekonomi Universitas Halu Oleo tahun1996 ini bercerita soal tugas-tugas dewan yang mendapat sorotan masyarakat bahwa tidak berjalan dengan baik? Ishak bilang, tiga fungsi dewan baik itu Legislasi, Anggaran dan Kontrol telah berjalan sesuai porsinya. “Kami sudah lahirkan Lima Peraturan Daerah (Perda). Dalam waktu dekat juga akan paripurnakan 7 Raperda menjadi Perda. Kami juga sudah jalankan fungsi anggaran serta fungsi pengawasan. Hanya saja kita akui masih terdapat kekurangan. Namun kita juga berupaya memberikan pengabdian terbaik,” jelas pria kelahiran Langara 22 Januari 1972.

Ishak mengaku mengidolakan Bupati Konkep sebagai tauladan politiknya. “Saya ini sudah lama ikut jejak pak haji Amrullah. Bicara perjuangan pemekaran beliau sudah buktikan ketulusan dan keikhlasannya. Lalu beliau diberi amanah jadi bupati dua periode juga buah dari ketulusannya, keikhlasannya, komitmennya serta kepedulian besarnya terhadap daerah ini. Kita kutip sebuah hadis riwayat Ahmad ath-Thabrani bahwa sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia. Kalau kita berbuat baik maka kebaikan itu akan kembali kepada kita begitupun sebaliknya kalau etikat kita tidak baik maka hasilnya juga buruk,” tegasnya.

Lalu kaitannya dengan usia pemekaran daerah ini yang akan beranjak 9 tahun. Saat ini periode pak bupati mengusung tema Wawonii Bangkit. Ishak menegaskan, tagline ini akan terwujud dengan mengedepankan pandangan atau mindset yang inovatif dan kolaborasi. Pak bupati selalu bilang, bangun kerjasama, kerja tim, saling berkoordinasi, berkonsultasi serta gotong royong. Setiap OPD ambil bagian sesuai posisi yang diemban. Tunjukkan kapasitasnya, berikan pengabdian terbaik. “Wawonii ini butuh kita semua,” ujarnya.

Politisi Partai Demokrat ini menegaskan, pemerintah tidak alergi dengan kritikan. Justru kritikan merupakan suplemen untuk melangkah lebih baik lagi. Kritikan yang baik itu konstruktif, maksudnya para pengkritik itu mengingatkan akan bahaya yang dihadapi. Kalau mengingatkan maka kritiklah secara dewasa dan penuh dengan solusi. Jangan mudah memprovokasi atau menghujat pribadi orang. “Kami juga sebagai pejabat publik siap diberi masukkan. Kita lapang dada dikritik asalkan demi majunya daerah ini,” urainya.

“Saya mengapresiasi langkah tegas pak bupati yang dengan tegas mengatakan kepada bawahannya agar berlari. Jika tidak mampu berlari maka akan tertinggal. Kami pun di Legislatif siap memacu langkah mewujudkan Wawonii Bangkit diberbagai sektor, terutama pembangunan kesehatan, pendidikan, pertanian, pariwisata, perikanan, infrastruktur jalan dan memajukan sektor UMKM,” katanya mengakhiri Wawancara, minggu malam (4/7/2021).

Penulis: Kalpin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here