Kesan dan Pesan Uji Kompetensi Wartawan

100
Komisioner Dewan Pers Agung Dharmajaya (tengah). Ketua PWI Sultra, Sarjono dan Direktur UKW PWI Pusat, Prof Rajab Ritonga

KENDARI, KARYASULTRA.ID-Pagi itu enam orang Wartawan senior bersikap dingin. Mereka tidak menebar senyum, tidak lagi saling menyapa, tidak bersenda gurau, semua sibuk dengan peralatannya. Mereka seperti sedang menghapal sesuatu dalam tempurung kepalanya.

Buku-buku jurnalis dibaca, laptop sudah diaktifkan, pertanda perang mulai ditabuh. Iyaa, mereka mulai berperang pukul delapan pagi. Begitupun 18 orang junior level Muda tak kalah tegangnya. 30 pewarta level Madya juga merasakan hal yang sama. Mereka telah mengambil posisi duduk berhadapan langsung dengan penguji. Ujian berhadap-hadapan sungguh menegangkan sebab tak bisa menyontek.

Enam orang senior harus berhadapan assesor Uji Kompetensi Wartawan (UKW) bergelar Profesor. Ia Prof Rajab Ritonga sang Direktur UKW PWI Pusat. Ia terjun langsung menguji kemampuan enam orang pewarta senior. Senior pewarta di uji neneknya senior. Di lokasi ujian terbagi tiga ruangan, tiap mata ujian yang terdiri sepuluh soal di jawab secara cepat dan tepat lalu di print dan di setor kepada penguji untuk dinilai. Jika bobotnya kurang dari 70 maka peserta dinyatakan gugur. Hari pertama ujian yang dimulai pagi hari itu berakhir hingga menjelang magrib. Satu orang level Madya harus ikhlas tidak melanjutkan ujian karena jawabannya kurang dari angka 70

Nampak penguji UKW duduk bagian depan dan peserta UKW.

UKW yang digelar dua hari tanggal 4-5 Maret berakhir dengan senyum sumringah. 53 peserta yang terbagi 6 peserta level Utama, 29 Madya dan 18 tingkat Muda telah menyandang predikat Kompeten.

Saat penutupan, Yusran Wartawan kantor Berita Antara diberi kesempatan mengungkapkan kesan-kesannya mengikuti ujian. “Dalam hidup saya ini, saya merasakan pertama kali gugup ketika mengucapkan ijab kabul dan gugup kedua saat UKW,” ujarnya yang disambut tawa peserta UKW dan penguji. Yusran berterima kasih kepada PWI yang sudah memberi kesempatan berharga ikut ujian.

Ketua PWI Sultra, Sarjono saat sambutan penutupan berharap kepada peserta untuk menjaga marwah profesi mulia Wartawan. “Terima kasih kepada Dewan Pers, PWI Pusat dan peserta yang sudah dengan serius menjalani kegiatan UKW. Yang belum mendapat kesempatan ujian jangan berkecil hati karena PWI Sultra akan berusaha menggelar UKW tahap dua di tahun ini. Selamat kepada peserta yang sudah dinyatakan Kompeten,” katanya saat sambutan penutupan, Jumat (5/3/2021) siang.

Foto bersama penguji PWI Pusat, Iqbal Irsyad dan Ketua PWI Sultra, Sarjono, dan Sekretaris PWI Sultra, Mahdar.

Direktur UKW PWI Pusat, Rajab Ritonga mengungkapkan, apa yang dicapai hari ini dengan predikat Kompeten merupakan titik balik karir Jurnalis. “Anda memulai lagi karir dari kilometer nol yaitu dengan predikat Kompeten. Jaga dan hormati profesi mulai Wartawan,” pesannya. Yang mengantarkan anda kompeten adalah profesi ini dianggap sebagai panggilan jiwa.

Selama dua hari ini anda di uji menulis berita sesuai kaidah jurnalis, memahami Kode Etik Jurnalis, memahami UU Pers No 40 tahun 1999 dan peraturan lainnya. Untuk itu jagalah profesi intelektual ini.

Anggota Komisioner Dewan Pers, Agung Dharmajaya menutup kegiatan UKW dengan menitip pesan agar Wartawan yang sudah menyandang Kompeten untuk terus berbenah. Saat ini semua orang dengan mudah menyebarkan informasi. Olehnya, Wartawan Kompeten selalu melahirkan berita yang bernilai, akurat, berimbang dan dapat dipercaya.

Penulis: Kalpin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here