Kepala Balai Jalan Nasional Tinjau Jembatan Gantung di Konkep

318
Foto bersama rombongan BPJN XXI Kendari dan Bupati Konkep usai meninjau usulan jalan nasional dan bangunan jembatan gantung.

LANGARA, KARYASULTRA.ID-Usulan 25 kilometer jalan kabupaten Konkep untuk menjadi jalan Nasional mendapat perhatian serius Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) XXI Kendari. Hal ini terbukti dengan kunjungan kepala BPJN di Konkep, Rabu (27/11/2019).

Kepala BPJN, Yohanes Tulak Todingrara bersama rombongan tiba di ibukota Konkep menggunakan speed boat didampingi langsung bupati Konkep. Tiba di ibukota Langara sekira pukul 08:00 Wita, rombongan langsung menuju ke Kecamatan Wawonii Tengah dan Wawonii Selatan. Iring-iringan mobil berhenti di Desa Wungkolo. Di Desa ini akan dilakukan pengaspalan jalan sepanjang 2,6 kilometer yang sumber anggarannya dari APBN.

Rombongan kemudian melanjutkan perjalanan ke pelabuhan Sawaea sebagai ujung dari usulan jalan nasional. Seperti diketahui jalan nasional yang diusulkan Pemda Konkep mengambil titik nol dari Langara sampai ke pelabuhan Sawaea.

Bupati Konkep, Amrullah mengajak rombongan ke jembatan tradisional Bobolio. Dimana di lokasi ini nantinya akan diusulkan pembangunan jembatan gantung yang akan menghubungkan Bobolio Raya dengan Wawouso Raya.

Perjalanan dilanjutkan ke Desa Wawouso Baru, Wawonii Selatan. Di muara sungai ini sedang dibangun proyek jembatan gantung. Proyek ini menelan anggaran dari Kementrian PUPR sebesar Rp 2,3 milyar.

Rombongan kemudian melanjutkan perjalanan mengintari jalan lingkar usai santap kelapa muda di Desa Wawouso Baru.

Bupati Konkep, Amrullah dan Kepala BPJN, Yohanes saat meninjau jalan di Desa Wungkolo. Rencananya jalan ini akan di mulai dilelang pembangunan aspalnya.

Kepala BPJN XXI Kendari, Yohanes ketika di wawancara awak media, mengaku baru pertama kali ke Konkep. Kesannya, daerah seumur jagung ini perlu perhatian serius di sektor pembangunan jalan. Kalau jalan sudah bagus maka semua sektor unggulan akan bergerak maju.

“Tiba di pelabuhan Langara tadi dan sampai di pelabuhan Sawaea serta perjalanan mengintari jalan lingkar ini, saya sangat terkesima atas pemandangan indahnya. Lihat saja lautnya, pantainya, sungainya yang jernih serta hijaunya pulau ini. Semuanya adalah potensi yang harus dijaga kelestariannya,” pesannya.

Yohanes menambahkan, pihaknya meninjau jalan dan jembatan yang sumber pendanaannya dari APBN. “Bulan Desember ini jalan dari Desa Wungkolo akan dilelang dan akan mulai pembangunannya sampai pengaspalannya,” terangnya.

Rombongan BPJN ini hadir Kepala Satker wilayah II, Ir Saiful Rijal MT, Ketua Core team, Ir H Suardin, PPK Perencanaan P2JN, Winingsih ST MT, kepala PPK Pengawasan P2JN, Sutarno ST MM dan beberapa staf.

Bupati Konkep, Amrullah mengatakan, kunjungan ini bertujuan untuk melihat fakta riil kondisi jalan lingkar Konkep dan bangunan jembatan. Setelah ditinjau maka pihak BPJN akan membantu agar usulan peningkatan jalan daerah untuk menjadi jalan nasional.

“Jalan lingkar kita jadi prioritas pembangunan. Semoga ruas jalan lingkar sepanjang 25 kilometer bisa diakomodir menjadi jalan nasional sesuai kriteria yang diinginkan pihak BPJN setelah ditinjau,” jelasnya.

Laporan: Yermia
Editor: Kalvin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here