Kementrian Pertanian Turunkan Anggaran Lima Ratus Juta di Konut

136
Rudin Sudo, Kadis Ketahanan Pangan Konut

KONUT, KARYASULTRA.ID-Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Konawe Utara (Konut) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mendapatkan Kucuran Dana dari Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian (Kementan) untuk Pengembangan Pekarangan Pangan Lestari (P2L). Anggaran sebesar Rp 500 Juta diperuntukkan untuk delapan Desa untuk program Pengembangan Pekarangan Pangan Lestari (P2L) program ini untuk memenuhi kebutuhan pangan di tingkat rumah tangga.

Kadis Ketahanan Pangan Konut Rudin Sudo mengatakan, program pangan lestari akan diberikan kepada delapan desa yakni Desa Walalindu, Andumowu, Watuwilla, Lamparinga, Otipulu, Longeo Utama, Otole dan Kelurahan Tinobu. Nantinya tiap desa akan dikelola kelompok Tani yang beranggotakan 30 orang.

Dalam satu kelompok mendapatkan dana Rp.65 juta untuk program pangan Lestari dan dananya akan disalurkan dua tahap mulai bulan awal Februari 2021.

Lebih lanjut Rudin Sudi mengatakan, dalam kondisi seperti sekarang ini di tengah Pandemi Covid-19 pemanfaatan lahan pekarangan benar- benar akan di manfaatkan untuk menanam berbagai macam tanaman sayur dan ini juga pasti dirasakan manfaatnya. Menurutnya ketahanan pangan bukan saja tentang kecukupan bahan pangan, namun juga menyangkut kemampuan memproduksi sendiri bahan pangan dengan memanfaatkan lahan kosong serta sumber daya lokal yang ada.

Kegiatan Pekarangan Pangan Lestari (P2L), ini tidak hanya memenuhi kebutuhan pangan di tingkat rumah tangga, namun dapat juga mengurangi pengeluaran bahkan meningkatkan pendapatan rumah tangga jika dikelola secara maksimal. Sampai dengan saat ini ada 8 kelompok wanita tani yang akan terlibat langsung dalam kegiatan P2L.

“Kita harapkan dengan program ini bisa di manfaatkan sebaik mungkin. melalui kelompok yang di bentuk masyarakat bisa menanam berbagai macam sayur-mayur seperti sayur bayam, wortel, Kacang panjang, dan sayuran lainya. melalui program P2L bisa menjaga kebutuhan dan ketahanan pangan keluarga. ketika program P2L berjalan dengan baik kita tinggal petik sayur-sayuran dari pekarangan,” tutur Rudin Sudo.

“Saya berharap setiap rumah tangga mampu memanfaatkan lahan pekarangan sebagai sumber pangan secara berkelanjutan untuk meningkatkan ketersediaan, aksesibilitas, pemanfaatan, serta pendapatannya,” tutupnya.

Laporan: Sulham

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here