Kejari Unaaha dan 89 Desa di Konkep Teken MoU Cegah Korupsi

189
Penyerahan naskah MoU antara Kejari Unaaha dan salah satu Kades di Konkep yang disaksikan Wakil Bupati Konkep, Andi Muh Lutfi.

KENDARI, KARYASULTRA.ID-Sebanyak 89 Kepala Desa (Kades) di Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep) membubuhkan tanda tangan bersama Kejaksaan Negeri (Kejari) Unaaha. Kerja sama yang tertuang dalam Memorandum of Understanding (MoU) tersebut berlangsung di salah satu Hotel Kota Kendari, Rabu (24/3/2021).

Isi perjanjian tersebut kaitannya dengan bidang Hukum Perdata dan Tata Usaha Negara meliputi bantuan hukum, perlindungan hukum dan tindakan hukum lain. MoU bertujuan mencegah terjadinya penyelewengan anggaran baik yang bersumber dari APBD dan APBN.

Kepala Kejari Unaaha, Irwanuddin Tadjuddin mengatakan, MoU bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme kerja para Kades dalam memimpin wilayahnya. Memang disadari betul, sumber daya di desa sangat minim, sehingga perlu pendampingan. Inilah salah satu tujuan dilakukannya perjanjian kerjasama dalam rangka menguatkan pemahaman para Kades. Sebab, kepemimpinan semuanya akan dimintai pertanggungjawaban baik di mata hukum dan diakhirat kelak.

Irwanuddin juga meminta kepada Kades di Konkep untuk bekerja sesuai ketentuan yang berlaku. Seperti menyelenggarakan kegiatan musyawarah desa sebagai rujukan penganggaran dan pelaksanaan kegiatan. Ingat, setiap pencairan uang negara harus diperuntukkan sesuai mekanisme sebab uang negara akan ada pertanggungjawabannya. Kepala desa jangan berfikir lain-lain, apalagi mau menyalahgunakan dengan cara memperkaya diri sendiri.

“Masih ingat salah satu Kades di Konkep dalam hal ini Kades Pesue di Ke amatan Wawonii Tengah telah kita tangkap karena sudah sangat keterlaluan menyalahgunakan uang negara. Kasian desanya dan warganya jadi korban busuknya dalam menyalahgunakan anggaran,” terangnya saat sambutan dihadapan para kepala desa.

Irwanuddin Tadjuddin yang merupakan putra daerah Konawe berjanji akan membuka ruang konsultasi kepada para Kades 2×24 jam. Jadi silahkan berkonsultasi terkait apa saja soal pembangunan desa. Jangan malah melihat Kejari sesuatu yang menakutkan atau menyeramkan, justru Kejari Unaaha lebih humanis dan bersahabat. “Kami bukan sosok yang menakutkan. Kami membuka diri lebih humanis. Jadi saya mengajak para Kades untuk bekerjasama membangun desanya demi terciptanya masyarakat yang sejahtera,” jelasnya.

Irwanuddin juga bilang, pulau Wawonii merupakan kampungnya juga. Sebab ayahnya pernah bertugas sebagai guru sekolah dasar. “Saya ingatkan sekali lagi, mari bangun desa dengan penuh ide kreatif dan inovatif. Bekerjalah sesuai koridor aturan perundang-undangan yang berlaku. Kami juga di Kejari bekerja lebih kepada upaya pencegahan daripada Penindakan,” tuturnya.

Penulis: Kalpin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here