Kadiskes Bombana Sebut Program Perawat Desa Entaskan Masalah Kesehatan

102
Nampak Kadiskes Bombana saat memberikan sambutan evaluasi program satu desa satu perawat.

RUMBIA, KARYASULTRA.ID-Dua tahun hadirnya program satu desa satu perawat di Kabupaten Bombana telah mampu memberikan kontribusi besar terhadap peningkatan kesehatan masyarakat. Sebut saja masalah kesehatan TBC, Diare, DBD, penurunan angka kematian ibu dan anak serta masalah kesehatan lainnya.

“Kita bersyukur program satu desa satu perawat yang hadir sejak tahun 2017 telah banyak membantu meningkatkan kesehatan masyarakat Bombana,” kata Kadis Kesehatan Bombana, dr Sunandar saat memberikan sambutan di kegiatan evaluasi program satu desa satu perawat, Jumat (25/10/2019).

Sunandar menambahkan, daerah Bombana dikenal sebagai daerah endemik DBD. Namun dengan hadirnya perawat desa telah mampu menekan angka DBD. Begitupun angka kematian ibu dan anak sudah berada diangka nol. Artinya hadirnya program ini sangat membantu.

Kemudian pekerjaan rumah selanjutnya adalah menekan masalah stunting. Masalah kesehatan stunting yang dialami generasi saat ini khususnya anak-anak adalah masalah serius yang harus diantisipasi perawat desa dan juga seluruh tengah kesehatan lainnya.

Kemudian masalah kesehatan lainnya yang memerlukan kerja sama seluruh stakeholder. Komunikasi dan koordinasi harus ditingkatkan seluruh elemen masyarakat desa.

“Saya bersyukur angka kematian ibu dan anak sudah nol. Ini artinya bahwa terjadi kerja sama yang baik antara perawat desa dan bidan desa,” tegasnya.

“Harapannya kepada perawat desa untuk meningkatkan komunikasi terhadap seluruh elemen di desa baik itu, Kades, Babinsa, Bhabinkamtibmas serta unsur kesehatan lainnya demi peningkatan kesehatan masyarakat,” jelasnya.

Laporan: Tri
Editor: Kalpin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here