Kabupaten Konawe Kepulauan Studi Tiru di Banyuwangi

132
Bupati Banyuwangi, H Abdullah Azwar Anas saat berpose bersama rombongan Konkep.

LANGARA, KARYASULTRA.ID-Niat baik untuk berubah dimulai dari belajar meniru yang sudah terbukti berhasil. Hal-hal kecil dalam pemerintahan mesti diolah dan dipimpin secara totalitas demi menemukan tata kelola pemerintahan yang benar. Berangkat dari niat inilah, Pemerintah Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep) berkunjung ke Kabupaten Banyuwangi guna melakukan studi komparatif atau belajar membandingkan cara pemerintahan kabupaten tersebut dengan Konkep.

Rombongan Konkep tiba di Banyuwangi Selasa (28/8/2019). Perjalanan yang menguras energi ini dipimpin langsung Sekda Konkep, Cecep Trisnajayadi. Sesuai jadwal, selama tiga hari Organisasi Pimpinan Daerah (OPD) Konkep akan menerima materi pengarahan dari Bupati Banyuwangi serta melihat langsung cara pengelolaan pemerintahan tiap OPD di Banyuwangi.

Rombongan Konkep diterima langsung Asisten II Setda Banyuwangi, Dr Suyanto Tondowaspodo. Saat penerimaan rombongan, Suyanto banyak memberikan pengetahuan dan rahasia keberhasilan pemerintahan Bupati Banyuwangi H Abdullah Azwar Anas.

Suyanto mengatakan bahwa selama ini pemerintahan tidak maju-maju karena alasan klasik. Pertama, alasannya tidak cukup anggaran, ke dua sumber daya manusianya tidak memadai, ke tiga antar pimpinan OPD tidak sinergis. Ke empat bekerja tanpa didukung data yang valid dan reliabel. Kemudian minim kreatifitas dan pemerintahan kaku yang tidak saling membangun tatanan komunikasi birokrasi dari bawah sampai atas. Selama ini, bawahan tidak menempuh alur birokrasi yang benar, misalkan, berurusan tidak melalui meja sekda tapi langsung bupati.

Pimpinan OPD Konkep saat menerima materi pemaparan Asisten II Setda Banyuwangi.

“Ini dianggap sepele tapi sebenarnya sudah inilah hal paling pundamental. Jangan lagi ada urusan birokrasi yang lompat-lompat, semua harus terstruktur dan saling menghargai jabatan masing-masing. Yang terpenting bekerja sesuai data yang reliabel dan valid,” katanya.

Suyanto menegaskan bahwa jangan ada lagi alasan klasik susah membangun karena dana kurang dan SDM tapi bekerjalah berdasarkan skala prioritas, berbasis data dan mau berkolaborasi. Terus lakukan kegiatan kreatif. Di daerah ini, semua pejabatnya harus berpacu menciptakan hal-hal baru.

“Pak bupati Banyuwangi bekerja secara totalitas tanpa mengenal waktu. Bahkan hari libur Sabtu dan Minggu masih mendorong tiap OPD bekerja selesaikan programnya dengan catatan ada tunjangannya. Bahkan semua pimpinan sebelum dilantik dan diambil sumpahnya esok hari. Malamnya pimpinan OPD bersama istrinya dipanggil dan ditanyakan kesiapannya mendukung posisi sang suami. Jadi keluarga OPD harus juga mendukung suaminya bekerja biar lancar,” ujarnya.

Suyanto menyebut, Banyuwangi saat ini dikenal dengan tata kelolaan pemerintahan yang terintegrasi dan mendapat berbagai penghargaan serta opini dari BPK berturut-turut WTP. Kemudian potensi pariwisata telah menjadi sumber pendapat besar.

“Intinya semua pemangku kepentingan harus bergerak inovatif. Kemudian kerja keras serta sang pemimpinnya harus tegas,” katanya.

Sekda Konkep, Cecep Trisnajayadi mengaku bersyukur telah diberi kesempatan belajar di kabupaten Banyuwangi yang dikenal kota Blambangan. Cecep mengatakan, rombongan yang ikut studi di daerah ini dihadiri seluruh pimpinan OPD. Tentu selam tiga hari belajar tentang tata kelola pemerintahan, pengembangan potensi daerah serta hal lainnya yang bisa diterapkan di Konkep.

“Hasrat kami untuk belajar di daerah ini cukup tinggi. Bahkan untuk sampai ditempat ini tidaklah mudah. Sebab kita tau sendiri kabupaten Banyuwangi berada diujung pulau Jawa. Rombongan kami ada yang naik taksi dari Kota Surabaya, naik kereta dan bahkan naik bus selama 7 jam. Semua ini bertujuan demi belajar untuk kemudian diterapkan di Konkep sebagai daerah paling belia di Sultra,” ujarnya.

Sekda Konkep, Ir Cecep Trisnajayadi MM saat memberikan plakat Konkep berbentuk hati kepada Asisten II Setda Banyuwangi.

Usai Asisten II melakukan penerimaan, pihak Pemda Konkep menyerahkan cenderamata berupa plakat miniatur pulau Wawonii yang berbentuk hati. Sementara pihak Banyuwangi menyerahkan buku tentang pemerintahan Banyuwangi. Buku ini menggambarkan seluruh isi roda pemerintahan yang bisa ditiru Pemda Konkep.

Penulis: Kalpin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here