Gerakan Wawonii Lawan Tambang, Amrullah Diminta jangan Diam

401
Nampak warga Wawonii Tengah saat berorasi mengutuk tindakan perusahaan GKP yang terobos lahan warga. Dalam aksi ini mereka membentangkan spanduk dan kayu guna mencegah kendaraan tambang melintas.

LANGARA, KARYASULTRA.ID-Vidio dan foto-foto penyerobotan lahan warga Wawonii yang dilakukan alat berat PT Gema Kreasi Perdana (GKP) beredar viral di media sosial. Dalam Vidio tersebut nampak beberapa alat berat (ekskavator) warna kuning, karyawan GKP nampak di amankan warga sambil diikat tangannya, nampak juga aparat kepolisian bersenjata Laras panjang berada di lokasi penyerobotan lahan.

Ratusan warga Wawonii, khususnya areal pertambangan Roko-roko raya Kecamatan Wawonii Tenggara nampak berjaga-jaga di lokasi lahan.

Vidio penyerobotan lahan ini di Upload salah satu Pemiliki akun Facebook nama Rasma Jr Jumat 23/8 sekira pukul 11:30 Wita. Dalam uplotan tersebut nampak 10 orang karyawan GKP ditangkap warga dan diikat tangannya, sembari ditanya siapa yang suruh terobos lahan? Dalam vidio, karyawan ini mengaku disuruh pimpinannya.

Akun Facebook Rasma Jr kembali meng-upload Vidio lainnya berupa aparat kepolisian berseragam lengkap dengan senjata Laras panjangnya. Aparat kepolisian ini nampak mengamankan warga dan beberapa alat berat.

Aparat kepolisian seragam lengkap dan senjata Laras panjang berjaga di lokasi lahan warga yang diterobos

Ada tiga warga Roko-roko Raya yang diterobos lahannya. Mereka adalah Labaa, kemudian nama Amin dan Maana. Labaa mengaku, pihak perusahaan telah menerobos lahannya dan menumbangkan puluhan tanamannya pada malam hari. “Nanti pagi hari saat kami ke kebun sudah tumbang pohon kelapa, jambu mente, cengkeh dan tanaman lainnya. Selain itu tanaman warga lainnya milik pak Amin dan ibu Maana diterobos lahannya. Saya tidak tau persis berapa luas lahan yang mereka terobos,” katanya saat dihubungi via telfon selulernya, malam Sabtu (23/8/2019).

Karyawan PT GKP saat ditangkap dan diikat warga karena tertangkap tangan menerobos lahan warga.

Laaba kemudian bercerita, penyerobotan lahan warga yang dilakukan perusahaan sudah kesekian kalinya. Awalnya lahan milik ibu Marwah. “Intinya kami ini pak tidak ingin lepas lahan dan tanaman kami. Berapapun tawarannya tidak ingin kami lepas,” tegasnya.

Sampai sejauh ini, pihak perusahaan sudah melakukan upaya mediasi agar warga yang ditahan dilepas. Pihak kepolisian juga siaga di lokasi untuk amankan alat berat perusahaan. ” Kami juga bersama ratusan warga Roko-roko raya yang tetap menolak akan tetap berjaga di lokasi lahan. Saya sampaikan pak, bahwa pihak perusahaan ini berani menerobos lahan kami demi kepentingan jalan holdingnya atau jalan menuju lokasi izin pertambangannya,” jelasnya.

Aktifis Konawe Kepulauan, Juslan saat dihubungi via telfonnya mengutuk tindakan pihak perusahaan yang sudah berani menerobos dan merusak tanaman warga. Ingat tanaman tersebut merupakan sumber penghidupan warga.

“Apapun dalilnya, kami mengutuk tindakan PT GKP. Kami juga meminta agar aparat kepolisian sebagai alat negara yang diberi amanah menangani negara ini agar menjaga warga bukan malah sebaliknya menjadi alat menakut-nakuti warga,” katanya.

Juslan juga meminta agar Bupati Konkep, Amrullah untuk turun langsung di lokasi lahan warga dan berdialog serta mencari solusi agar tidak terjadi hal-hal yang dapat memicu konflik sosial. ” Saya minta penguasa daerah dalam hal ini bupati agar segera turun ke lokasi penambangan. Jangan malah terkesan ada pembiaran,” tegasnya.

Sampai sejauh ini, nampak juga Warga Kecamatan Wawonii Tengah berorasi di jalan raya mengutuk aktifitas penyerobotan lahan yang dilakukan PT GKP. Dalam aksi tersebut, warga membentangkan kayu di jalan raya untuk menjaga jika ada mobil tambang yang melintas.

Sementara pihak perusahaan GKP belum ada yang bisa memberi keterangan terkait insiden ini.

Laporan: Sulham
Editor: Kalpin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here