Forum Rapat Paripurna, Muh Farid Lantang Suarakan Jalan Rusak

522
Politisi Golkar, Muh Farid saat menyuarakan kerusakan jalan lingkar Wawonii tepatnya di Gunung Solongko.
Politisi Golkar, Muh Farid saat menyuarakan kerusakan jalan lingkar Wawonii tepatnya di Gunung Solongko.

KONKEP, KARYASULTRA.ID-Insiden kecelakaan mobil ambulance Puskesmas Polara terjadi di gunung solongko beberapa hari lalu mematik rasa prihatin anggota DPRD Konkep, Muh Farid. Dengan suara lantang meminta pihak Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk segera mengerjakan kondisi jalan rusak sebab hal ini sangat membahayakan pengendara. Jalan Gunung Solongko merupakan akses utama jalan lingkar Wawonii. Olehnya perlu gerak cepat melakukan perbaikan jalan yang rusak akibat hujan deras.

Farid mengutarakan hal tersebut saat rapat paripurna penyerahan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) Penyusunan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) tahun anggaran 2022. Rapat yang dipimpin Wakil Ketua I, Imanuddin mendapat interupsi dari Muh Farid. “Melalui forum mulia ini yang dihadiri pak Wakil Bupati, Sekda, Kadis PU dan para pimpinan kepala dinas untuk responsif ketika terjadi masalah yang dirasakan langsung masyarakat. Jalan lingkar kita tepatnya di Gunung Solongko sudah menelan kecelakaan mobil, untung saja tidak ada korban jiwa,” ujarnya Selasa pagi diruang rapat paripurna (21/9/2021).

Interupsi juga dilontarkan Politisi Partai Amanat Nasional (PAN), Arman. Ia meminta pihak dinas PU menaruh perhatian khusus di jalan lingkar Kecamatan Wawonii Selatan tepatnya di gunung gamal dan beberapa titik jalan yang sudah rusak parah. Khusus di jalan gunung gamal sudah tidak bisa dilalui roda empat sebab kondisinya yang becek. Begitupun soal irigasi sawah yang berpotensi menyebabkan banjir dipemukiman warga Bobolio Raya perlu dievaluasi.

Diruang rapat paripurna tersebut, Kadis PU, Israwan Sulpa menjawab satu per satu suara dua wakil rakyat. Terkait insiden kecelakaan di gunung solongko memang kondisi jalannya masih tinggi disertai licin. Jalan itu juga sudah terkikis akibat hujan deras sehingga makin curam. Israwan mengatakan, saat ini telah di anggarkan Rp2 miliar namun masih dalam tahap lelang.

Untuk jalan dibagian Wawonii Selatan terdapat dua titik yang parah, yakni gunung gamal dan gunung jati. “Alat berat kami sudah dikerahkan perbaiki setiap jalan yang rusak namun kondisi alam berupa tingginya intensitas hujan menyulitkan perbaikan. Kami sudah merespon namun kami juga menyadari keterbatasan SDM serta kondisi alam. Perlu diketahui juga jalan di Selatan itu masuk kategori jalan provinsi, jadi kami hanya melakukan pemeliharaan saja,” jelasnya.

Kondisi jalan lingkar yang mengalami kerusakan belum di aspal sebab keterbatasan anggaran. Pulau Wawonii memiliki panjang jalan lingkar 117 kilometer. Panjang jalan ini menghubungkan tujuh kecamatan, sehingga ketika terjadi kerusakan jalan maka berdampak besar terhadap mobilitas warga.

Laporan: Lisman
Editor: Kalpin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here