Dinas PU Bombana Jamin Ketersedian Irigasi Petani

49
Kabid Pengairan PUPR Bombana, Samuel Kadmaerubun
Kabid Pengairan PUPR Bombana, Samuel Kadmaerubun

BOMBANA, KARYA SULTRA.ID – Berbicara pembangunan tidak hanya fokus membahas infrastruktur jalan dan jembatan saja namun secara umum juga meliputi pembangunan Sumberdaya Manusia.

Di Kabupaten Bombana, ditangan Tafdil tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur jalan dan sebagainya namun juga fokus pengembangan sarana prasarana penunjang masyarakatnya. Diantaranya pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi di Kabupaten Bombana yang dibiayai dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten Bombana sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat pengguna air di sejumlah daerah irigasi.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Bombana, Syahrun ST melalui Kepala Bidang Pengairan, Semuel Kadmaerubun, ST mengatakan pembangunan DI tersebut dalam rangka untuk pengoptimalan distribusi air irigasi sampai ke petak sawah.

“Artinya menjamin ketersedian air irigasi tanaman padi dapat bertumbuh dengan baik untuk meningkatkan produktivitas hasil panen padi guna mewujudkan ketahanan pangan di Kabupaten Bombana,” terang Semuel saat diwawancarai di Ruang kerjanya, Jumat (10/12/2021) lalu.

Semuel menyebut dalam kurun waktu sejak tahun 2017 hingga tahun 2021 terdapat 8 titik daerah irigasi yang di bangun

”Di tahun 2017 ada 6 titik yang di bangun yaitu Desa Tosui Kecamatan Poleang Timur, Desa Polewali Kecamatan Poleang Utara, Desa Larolano Kecamatan Kabaena Utara, Desa Baliara Kecamatan Kabaena Barat, Desa Lengora Pantai Kecamatan Kabaena Tengah, kemudian tahun 2019 di Desa Lemboea dan tahun 2021 di desa Larolano Kecamatan Kabaena Utara,” ujar Semuel.

Mantan Kepala Bidang Bina Marga ini juga menjelaskan setelah dibangun maka harus diimbangi dengan pemeliharan bangunan bendung, pintu air dan kawasan hulu bendungannya untuk memastikan bangunan tetap berfungsi dengan baik dan handal serta untuk memastikan agar umur layanan bangunan bisa lebih panjang.

“Salah satu solusinya adalah melakukan pemberdayaan petugas OP dan warga masyarakat,” jelasnnya.

Semuel menambahkan, di masa pemerintahan H.Tafdil pada periode kedua nya ini sejak tahun 2017 sampai tahun 2021 sekarang sudah ada 24 daerah irigasi yang di tingkatkan.

“Tahun 2017 (12 titik), tahun 2018 (6 titik),tahun 2019 (3 titik) tahun 2020 (1 titik ) dan tahun 2021 (2 titik ),” rincinya.

Laporan: Aldi Dermawan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here