Contohlah Banyuwangi, Sukses Berkat Supertim bukan Superman

126

Laporan: Kalpin dari Bayuwangi

KARYASULTRA.ID-Tirulah yang baik-baik, contohlah yang sudah terbukti berhasil menjadi yang terbaik. Begitulah seharusnya arah nafas kehidupan menuntun. Dalam hidup tidak ada yang tak luput dari khilaf, dalam pemerintahan tidak ada yang sempurna. Yang terbaik adalah yang mau belajar memberi manfaat.

Banyuwangi adalah kabupaten yang dinobatkan pemerintah pusat sebagai daerah yang berhasil mengeola daerahnya. Kabupaten Banyuwangi dikenal sebagai sebutan kota Blambangan ini merupakan kabupaten berprestasi. Dibawah kepemimpinan Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, kabupaten ini dinilai jawara oleh pemerintah pusat. Atas keberhasilan inilah, pemerintah pusat mengarahkan kabupaten lainnya untuk belajar ke kota Blambangan.

Merespon instruksi pemerintah pusat, pemerintah Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep) langsung terbang ke Banyuwangi. Rombongan ini belajar selama tiga hari di kota Blambangan.

Dalam kunjungan studi komparatif atau studi tiru ini, pemerintah Banyuwangi dengan senang hati menerima dan membuka rahasia keberhasilan daerahnya. Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas merupakan sosok pekerja keras dan tegas. Seluruh bawahannya dituntut untuk selalu berfikir dan bekerja secara kreatif dan inovatif.

“Catatan khusus yang selalu ditekankan pak bupati adalah jangan bekerja seperti Superman tapi bekerjalah Supertim. Artinya jangan jalan sendiri tapi bekerjalah secara kolaboratif,” kata Kabag Humas dan Protokol Banyuwangi, Juang Pribadi.

Catatan lain pemicu keberhasilan kepemimpinan Bupati Banyuwangi adalah menggerakkan pola kepemimpinan ‘gotong royong’,. Bersama masyarakat, tokoh lintas agama, budayawan, akademisi, serta pemangku kepentingan lainnya untuk bersama-sama berkontribusi dan berkolaborasi.

“Semua ini dilakukan atas dasar kecintaan terhadap daerah. Jangan jadi Superhero tapi jadilah Supertim yang saling mensuport. Dulu Blambangan ini hanyalah daerah persinggahan tapi selama kepemimpinan Bupati yang berjalan periode ke dua ini, Banyuwangi sudah menjadi daerah tujuan,” kata Juang Pribadi.

Usai memaparkan secara umum tentang Banyuwangi di ruang Launge Pelayanan Publik (LPP), Juang Pribadi mengajak rombongan melihat secara detil tentang LPP yang jadi ruang penerimaan tamu. Seluruh tamu diarahkan di ruang ini. Seluruh kebutuhan tamu akan terpenuhi di ruang ini. Sebab ruang ini dilengkapi aplikasi digital yang bisa di akses. Disinilah unsur pimpinan menemui tamu dan berdiskusi.

Pimpinan OPD Konkep saat mendengarkan penjelasan soal pelayanan digital terintergrasi di ruang Launge Pelayanan Publik (LPP) Banyuwangi.

“Gedung ini awalnya hanyalah gudang. Lalu pak bupati jadikan LPP sebagai penerimaan tamu dan juga ruang pemantauan seluruh aktifitas masyarakat yang terpantau melalui CCTV,” katanya.

Juang Pribadi mengajak rombongan melihat langsung gedung Mal Pelayanan Publik (MPP). Di ruang terintegrasi ini seluruh kebutuhan masyarakat dapat di akses di MPP. Disini anda diajak menjelajahi tata kelola pemerintahan Banyuwangi yang tampak di layar komputer melalui sistem berbasis teknologi informasi. Di antaranya e-village budgeting yang mengatur anggaran pengelolaan desa dan e-monitoring system untuk memantau berbagai program pembangunan.
Beberapa prestasi Anas antara lain dengan menghadirkan program ekonomi kerakyatan yang berhasil meningkatkan pendapatan per kapita masyarakat Banyuwangi, tingkat inflasi yang rendah, bantuan beasiswa, program jemput bola bagi warga miskin yang sakit, serta pengelolaan birokrasi yang makin mudah, yakni dengan menghadirkan MPP dan Lounge Pelayanan Publik. Khusus untuk MPP, Banyuwangi merupakan Kabupaten pertama di Indonesia yang menghadirkan pelayanan ini.

“Semua keberhasilan dan pemberian prestasi adalah buah dari kerja keras tim. Semuanya berawal dari niat serta tekat yang kuat untuk merubah wajah Banyuwangi menjadi daerah unggulan. Semua potensi daerah digarap secara serius,” tegasnya.

Rombongan Konkep dihadiri Bupati, Sekda dan 80 persen pimpinan OPD. Bupati Konkep, H Amrullah tak hentinya memuji prestasi bupati Banyuwangi. Amrullah menilai, apa yang dicapai pemerintah Banyuwangi merupakan proses panjang yang harus ditempuh. Jika dilihat dari tata kelolaan pemerintahannya, tentu sudah sangat menunjang infrastrukturnya. Sehingga mereka mampu memilah dan memilih aspek mana saja yang akan didorong secara bersamaan.

“Banyuwangi di kenal sukses pengelasan pemerintahannya, semua sudah berbasis digital. Kemudian potensi wisatanya juga didukung pegiat ekonomi kreatif. Selanjutnya aspek kesehatan dan pendidikan menjadi perhatian khusus. Namun semuanya berhasil dicapai atas dasar kesadaran bersama bergotong royong, bahu membahu membangun. Nah di Komkep, sejak awal pemerintahan, sudah saya ingatkan untuk bekerja bergotong royong juga, aspek pendidikan dan kesehatan juga jadi skala prioritas kita,” ungkap Amrullah usai berkunjung di Banyuwangi.

Alumni UII Yogyakarta ini menegaskan, apa yang berhasil dicapai pemerintah Banyuwangi perlahan akan diwujudkan di Konkep. Bicara tata kelola pemerintahan berbasis digital. Peningkatan kapasitas sumber daya manusia, kesadaran bekerja secara bergotong royong, mendorong potensi wisata, pertanian, perkebunan dan perikanan akan diwujudkan demi kepentingan masyarakat.

“Alhamdulillah kita banyak mendapat inside baru di kota Blambangan Banyuwangi. Studi tiru ini akan terus berlanjut di kota ini, sebab kita tidak bisa belajar tiga hari saja tapi harus belajar terus di Banyuwangi. Nanti semua Kades dan unsur pemerintah lainnya akan kita arahkan belajar di Banyuwangi. Hal ini sesuai arahan pemerintah pusat untuk belajar di Banyuwangi,” ungkapnya.

Sekda Konkep, Cecep Trisnajayadi mengaku bersyukur telah mendapat kesempatan belajar di Banyuwangi. “Catatan saya adalah disiplin pegawainya sangat bagus. Mereka sadar akan tanggungjawab nya sebagai ASN. Kemudian secara totalitas mereka bekerja memahami alur birokrasinya. Nah di Konkep selama ini masih minim tentang alur kebirokrasian. Kemudian soal kerja sama yang terjalin, saling support dan saling berkontribusi serta saling melengkapi satu sama lain antar OPD. Mereka ini tidak ada ego sektoralnya. Mereka bekerja saja secara ikhlas sebagai abdi negara, sebab penghargaan bukanlah tujuan mereka tapi bagaimana rakyat bisa hidup makmur,” katanya.

Studi komparatif atau studi tiru ini dimulai sejak hari Rabu sampai Jumat (28-30/8/2019).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here