Bombana Swasembada Beras, Wakili Sultra Panen Raya Nasional

56

KARYASULTRA.ID, BOMBANA– Kabupaten Bombana menjadi salah satu daerah di Provinsi Sultra yang dikenal memiliki sumber daya alam (SDA) yang melimpah ruah mulai dari nikel, emas terdapat di daerah itu. Selain memiliki potensi pertambangan yang cukup besar daerah yang mekar pada 2003 lalu itu juga memiliki potensi perkebunan, pertanian, pariwisata hingga perikanan.

Tahun ini Kabupaten Bombana ditunjuk untuk mewakili Sultra pada Panen Padi Nusantara 1 Juta Hektar dengan system Hybird (Fisik dan online serentak) Kegiatan panen sejuta hektare dilakukan oleh Presiden RI, Joko Widodo dan terpusat di Provinsi Jawa Tengah, Kabupaten Kebumen diikuti 27 Provinsi dan 105 Kabupaten/Kota se Indonesia.

Penunjukan Kabupaten Bombana sebagai daerah yang mewakili Sultra pada Panen Padi sejuta hektare kali ini. Berdasarkan surat Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara Bombana dipilih berdasarkan kondisi lahan padi sawah yang siap panen saat ini.

Panen Padi Nusantara 1 Juta Hektar di Desa Kalaero, Kecamatan Lantari Jaya, Kabupaten Bombana. Dihadiri Kadis Pertanian dan peternakan Prov, Sultra, kepala BPs Sultra, Kepala Bulog Sultra, Kepala OPD lingkup Pemda Bombana serta masyarakat di Desa Kalaero Kecamatan Lantari Jaya Kabupten Bombana, Kamis (9/3/2023).

Kegiatan tersebut merupakan langkah pemerintah untuk mempersiapkan ketersediaan pangan beras kepada masyarakat dan memastikan harga ideal.

Pj Bupati Bombana Burhanuddin yang didampingi Pj Ketua TP PKK Bombana Hj. Fatmawati Kasim Marewa mengapresiasi atas produksi padi di Kabupaten Bombana. “Kabupaten Bombana merupakan daerah yang memiliki Sumber Daya yang melimpah ruah Bombana surganya investasi, kami berharap dengan kegiatan ini menjadi nilai tambahminimal 90% hasil padi dikelola oleh tmasyarakat Kabupaten Bombana,” kata dia.

Sementara itu Kepala Dinas (Kadis) Pertanian Bombana Muhammad Siarah, mengatakan bahwa kegiatan panen sejuta hektare dapat memperkuat tekad dalam pembangunan sektor pertanian, khususnya padi yang pada akhirnya diharapkan dapat menunjang keberlanjutan produksi padi di Kabupaten Bombana.

“Kabupaten Bombana merupakan lumbung pangan Sultra terbesar setelah Kabupaten Kolaka Timur dan potensi untuk menyuplai produksi beras cukup tinggi. Untuk itu kami berharap dapat disupport pemerintah provinsi untuk menunjang keberlanjutan produksi padi di Kabupaten Bombana” jelas Siarah.

Potensi panen padi di Kabupaten Bombana mencapai 17.713 ha dengan produktivitas sebesar 76.589 ton.

Laporan: Aldi Dermawan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here