Belajar Ilmu Kedokteran Ke China, Ada Apa?

111
Foto Bersama Ruksamin Bupati, Ikbar Ketua DPRD, La Peha Kadis Pendidikan, Martaya Sekda.

WANGGUDU, KARYASULTRA.ID-Berangkat dari keresahan warga Konawe Utara terhadap terbatasnya generasi yang menempuh pendidikan ilmu kedokteran, membuat Pemerintah setempat mengirim putra-putri terbaiknya untuk belajar ke negeri tirai Bambu (China). Program ini telah lama dicanangkan pemerintahan Ruksamin-Rauf. Alhasil, tepatnya tanggal 9-9-2019 sekira pukul 10:00 Wita pemerintah tersebut melepas secara resmi sepuluh orang anak daerahnya untuk belajar ilmu kedokteran ke China.

Sepuluh yang terpilih merupakan hasil seleksi dari seratus peminat. Melalui dinas Pendidikan setempat bersama salah satu lembaga Institut dari Makassar yang membantu menyeleksi. Akhirnya, keluarlah daftar nama-nama yang dinyatakan lolos.

Dari sepuluh calon dokter tersebut terdapat 9 peremupan dan satu orang laki-laki. Mereka adalah Nurfaiza Halim, Siska Ayu Lestari, Mutia Damayanti, Made Beni, Azizza Arista Widya, Pingky Dwi Salas, Aswia, Fadilah Ma’ruf, Putri Yokcita Tri R dan Valentinus Teko.

Sesuai rencana lama studi, sepuluh generasi harapan masyarakat Konut ini akan belajar selama 6 tahun di Medical University yang bertempat di Provinsi Ponsen bagian Utara China. Selama belajar ilmu Medis, segala biaya akan ditanggung Pemda Konut.

“Pemda sudah menyiapkan biaya selama menempuh pendidikan di negri china. Mulai SPP, sewa asrama, dan biaya sehari-hari selama berada di negeri China menempuh pendidikan, dan saya ingatkan belajar dengan serius dan bersunguh-sunguh karena kalian harapan Konut untuk menjadi dokter,” kata Bupati Konut, Ruksamin.

Sebelum berangkat ke negeri China, terlebih dahulu selama dua bulan akan mendapat bimbingan dan pelatihan. Untuk bulan pertama mereka akan belajar bahasa Mandarin dan bulan selanjutnya belajar bahasa Inggris.

Setelah belajar di Makasar maka 10 Calon dokter akan langsung di terbangkan China selama 6 Tahun lamanya karena 4 tahun untuk pendidikan dokter dan di tambah 2 tahun pendidikan koas.

10 calon dokter yang siap di berangkat Ke cina

“Selaku pemerintah tentu bangga atas terlaksananya program beasiswa kedokteran ini. Kami menaruh harapan besar kepada anak-anakku agar serius belajar dan pulang mengharumkan nama daerah,” ujar Ruksamin.

Ruksamin menyinggung soal keberadaan dokter praktek di Konut. Menurutnya, selama ini Pemda telah repot-repot mencari dokter umum dan dokter spesialis untuk mengabdi di Konut. Bahkan bayarannya mahal tapi belum lama mengabdi sudahinta pulang.

” Satu orang dokter kami bayar 36 juta perbulan di siapkan mobil dan juga rumah tempat tinggal. Eh belum lama tugas paling 6 sampai 8 bulan mereka sudah pamit pulang ke tempat asal mereka. Jadi, inilah salah satu tujuan kami mengirim adik-adik belajar ilmu kedokteran ke China. Tujuannya agar bisa kembali ke kampung halaman mengabdikan ilmu kedokteran nya demi meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Konut,” Harapnya.

Laporan: Sulham
Editor: Kalpin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here