Begini Pesan dan Kesan Ketua KPU Sultra di Wawonii

106
Ketua KPU Sultra, Dr La Ode Abdul Natsir

LANGARA, KARYASULTRA.ID-Pesta demokrasi di pulau Kelapa yang kini di kenal Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep) telah resmi dilaunching tahapannya oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Acara ini dikemas dalam bentuk hiburan dengan menghadirkan artis ibukota. Tujuannya tentu untuk menyampaikan pesan kepada masyarakat bahwa tahapan pemilihan kepala daerah telah dimulai dan acara puncaknya adalah pencoblosan pada tanggal 23 September 2020. Untuk itu diharapkan masyarakat turut serta menyukseskan hajatan sakral ini demi melahirkan pemimpin sesuai yang dikehendakinya.

Warga Wawonii sebelumnya telah melewati proses pemilihan bupati pada tahun 2015. Perhelatan tersebut berjalan lancar dan aman. Harapannya, pemilihan bupati pada tahun 2020 dapat berjalan aman, damai dan lancar.

Launching tahapan Pilkada ini dihadiri Ketua KPU Sultra beserta dua komisoner dan juga seluruh komisioner KPU Kabupaten/Kota. Para rombongan tiba di pulau kelapa melalui kapal feri Bahteramas, Sabtu siang (28/12/2019). Sebagai bentuk penghormatan, Ketua KPU Sultra di sambut pengalungan bunga, tarian Montotambe dan juga atraksi spead boat oleh para nelayan Konkep.

Malam acara launching yang berlangsung pukul 20:00 Wita bertempat di lapangan TPI telah dipadati ribuan masyarakat. Ketua KPU Sultra, La Ode Abdul Natsir ketika membawakan sambutannya mengucapkan terima kasih atas penerimaan hangat yang dilakukan pihak KPU Konkep dan juga masyarakat.

Dia mengaku tersanjung atas keramahan warga pulau Wawonii. Dikesempatan itu juga, Abdul Natsir meminta kepada KPU Konkep untuk terus membangun komunikasi terkait jalannya pemutakhiran data yang dilakukan pemerintah setempat demi mendapatkan data pemilih yang valid. Selain itu juga, KPU Konkep untuk gencar dan jemput bola dalam mensosialisasikan seluruh tahapan Pilkada sampai ke pelosok.

Abdul Natsir juga menjelaskan kepada warga negara yang berniat maju dan memenuhi syarat sebagai peserta baik melalui jalur partai politik maupun independen maka ini juga kewajiban KPU untuk memfasilitasi sesuai perintah konstitusi.

“Kewajiban kami memastikan apakah masyarakat telah masuk sebagai daftar wajib pilih. Begitupun juga kami bekerja bagi masyarakat yang memenuhi syarat sebagai peserta maka harus memenuhi dua syarat baik melalui partai politik dan juga jalur independen,” jelasnya.

Abdul Natsir menambahkan, sesuai hasil Pilkada pertama pada tahun 2015, sesuai data bahwa angka partisipasi pemilih di Konkep cukup gemilang. Bahkan mengalami kenaikan drastis pada pemilu legislatif yang baru saja dilewati dan ini harus dipertahankan agar kualitas angka partisipasi pada Pilkada tahun 2020 bisa lebih baik lagi.

Dia juga mengingatkan bahwa kualitas partisipasi bukan hanya ditinjau pada saat pencoblosan tapi juga dinilai apakah masyarakat menyalurkan hak pilihnya bukan karena diberi janji, iming-iming, dimobilisasi, atau diberi uang atau money politik. “Jangan memilih karena dimobilisasi atau karena dikasih uang,” tegasnya.

Laporan: Yermia
Editor: Kalpin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here