Bangunan Pasar di Wawonii, Hidup Enggan Mati tak Mau

216
Pasar tradisional di perkampungan Bajo Raya Kecamatan Wawonii Barat

KONKEP, KARYASULTRA.ID-Keberadaan bangunan Pasar moderen di ibukota Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep) telah rampung sejak tahun 2017. Namun sayangnya pemanfaatannya belum optimal. Persoalannya selalu soal Peraturan Bupati (Perbup) yang belum terbit. Begitu dalih Kadis Perindakop dari dulu sampai saat ini. Abdul Pattah hanya bisa berjanji akan segera mengoptimalkan bangunan pasar.

Perlu diketahui, usia pemekaran Kabupaten Konawe Kepulauan telah beranjak delapan tahun. Namun masyarakat ibukota masih berpasar layaknya warga kecamatan yakni berpasar tiga hari saja, Senin, Kamis dan Sabtu. Hari-hari lainnya libur. Padahal Pasar merupakan urat nadi perputaran ekonomi. Bahkan penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang menggiurkan.

Abdul Pattah SE M.Si, Kadis Peindakop Konkep

Saat ini warga Ibukota Langara mengandalkan keberadaan pasar tradisional di pinggiran jalan perkampungan Bajo Raya. Pasar tersebut sudah sekian lama beroperasi, bahkan makin bertambah bangunan semi permanen dan permanen. Lintasan jalan tersebut memacetkan pengendara.

Kadis Perindakop Konkep, Abdul Pattah saat ditemui beberapa Wartawan bilang, tak bisa berbuat banyak karena terkendala Perbup. “Kami akui keberadaa pasar itu sebagai pusat perekonomian warga karena disitulah transaksi terjadi. Tapi kami tak bisa berbuat banyak kalau Perbup saja belum terbit,” katanya datar, Senin (18/1/2021).

Selain bangunan pasar ibukota yang belum optimal pemanfaatannya, Wartawan media ini juga menemukan beberapa bangunan pasar yang belum termanfaatkan. Seperti bangunan pasar Munse Raya di Kecamatan Wawonii Timur, Pasar Moderen Mosolo Wawonii Tenggara dan bangunan pasar moderen di Wawonii Tengah. Pasar-pasar tersebut terkesan hidup enggan mati tak mau.

Editor: Kalvin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here